Lampung Selatan— Dimas Roni Prasetyo Baskoro atau akrab di sapa dengan panggilan Dimas warga dusun 04,Desa Bangunan Kecamatan palas Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menjadi sorotan, pasalnya Pasca berhasil menggulingkan Isnaini dari jabatannya, kini dirinya mencalonkan diri untuk menjadi (PAW) pergantian antar waktu Kepala Desa setempat.17 Oktober 2026
Namun terlepas dari itu ada yang menjadi sorotan dari kejadian tersebut,Drama pemberhentian kades Isnaini tahun lalu sempat terjadi aksi demo di kantor Desa hingga menggiring laporan ke Kejari Lampung Selatan dan menjadi tranding topik pada waktu itu.
Sembari waktu berjalan kini Dimas mencalonkan diri sebagai salah satu kontestan Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Bangunan,
Namun Ketika di temui di kediamannya Dimas sang Calon peserta PAW justru menunjukkan perilaku yang kurang pantas terhadap rekan rekan media.
Di selah itu Dimas bercerita tentang maksud dan tujuannya mencalonkan diri sebagai peserta PAW hanya untuk menghalangi syarif.
“Saya mencalonkan diri ini sebetulnya untuk menghalangi Mas syarif supaya tidak maju dan mencalonkan diri”. paparnya.
Padahal sudah jadi rahasia umum di pasca Demo aksi damai penggulingan kepala Desa Isnaini diketahui dirinya merupakan kordinator Dan Syarif adalah lawan kandidat Pilkades 2023 yang melawan Isnaini mantan Kades pada waktu itu.apa maksud dari ucapan dimas tersebut.
Sehingga awak media ini mengajak ke dalam rumahnya untuk mengobrol lebih serius, akan tetapi belum sempat melanjutkan obrolan Dimas calon PAW beralasan mendapatkan telpon.
“Kalian tunggu Disni ya, saya mau ngasih karung dulu nggak lama kok,”singkatnya.
Sedari jam setengah 12 : 00 Wib, hingga jam 13 : 00Wib siang Dimas tidak kunjung kembali, setelah sekian lama menunggu sang calon tidak juga kunjung kembali, sehingga awak media memutuskan untuk pamit pulang dengan istrinya.pada hari Senin 12 Oktober 2026
Dengan demikian Dimas Selaku calon PAW sama sekali tidak menunjukkan seorang calon pemimpin, Seharusnya dirinya dapat menghargai siapapun yang datang berkunjung di kediamannya dan menunjukkan tata krama dan etika dalam melayani tamu.
(Tim)







