BANTAENG – Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng bersama Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Pelatihan Peningkatan Kemampuan Penangkaran Parent Seed dengan Teknik Budidaya Jagung JJUH, di kawasan Erbol, Kelurahan Campaga, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kapasitas petani serta memperkuat sistem perbenihan jagung.
Pelatihan tersebut juga melibatkan Dinas Pertanian Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Gowa dengan dukungan ICDF.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng.
Hadir sebagai narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Azrai dari Universitas Hasanuddin yang memberikan materi mengenai prinsip penangkaran benih induk (parent seed) serta penerapan teknik budidaya Jagung JJUH.
Turut hadir Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Bantaeng, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Bulukumba, KTNA, penyuluh, serta pengurus dan anggota kelompok tani dari Bantaeng dan wilayah sekitarnya.
Dalam arahannya, Kepala Dinas Pertanian Bantaeng menekankan pentingnya membangun kemandirian perbenihan di tingkat petani.
Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi peluang penting untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan praktik langsung di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, penyuluh dan petani tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga diharapkan mampu mempraktikkan secara langsung standar penangkaran benih yang murni dan berkualitas,” ujarnya.
Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Azrai memaparkan secara teknis karakteristik dan keunggulan Jagung JJUH, termasuk tahapan penangkaran mulai dari pemilihan lokasi, isolasi tanaman, pemeliharaan, pengendalian mutu, panen hingga penanganan pascapanen.
Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kemurnian varietas dan kualitas benih dalam setiap tahapan produksi.
Pelatihan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keterampilan petani dan penyuluh dalam menghasilkan benih berkualitas sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap sumber benih dari luar.
Kolaborasi Dinas Pertanian, Unhas, kelompok tani, serta mitra terkait ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kemandirian perbenihan, meningkatkan produktivitas jagung, dan mendukung ketahanan pangan di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bantaeng.




