Nias Sumut- -Global -Aroziduhu Gulo, wartawan media Global menegaskan bahwa ketenaran seseorang, termasuk para elite media, politik, maupun pejabat publik, tidak terlepas dari peran besar insan pers.
Hal itu disampaikannya di Kantor Berita Global Investigasi News. Com Jalan Maduma Nomor 2, Desa Hiliweto, Kecamatan Gido, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Rabu (22/7/2026).
Menurut Aroziduhu, pemberitaan yang disiarkan dan ditulis oleh wartawan memiliki kontribusi besar dalam membentuk citra dan popularitas seseorang di mata publik.
“Tenarnya seseorang atau para elite politik dan pejabat tidak lepas dari peran siaran dan tulisan para wartawan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, melalui karya jurnalistik, wartawan turut memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya dalam bidang politik, demokrasi, dan hukum. Kehadiran pers menjadi jembatan informasi yang membuka wawasan publik, baik terkait peristiwa di dalam negeri maupun mancanegara.
“Tanpa wartawan, publik akan kehilangan banyak akses informasi penting. Wartawan adalah profesi yang membuka mata dunia,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai bahwa tulisan wartawan juga berperan dalam mengawasi pelanggaran hak asasi manusia, praktik diskriminasi, serta ketidakadilan hukum. Pers, kata dia, menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan.
Aroziduhu juga mencontohkan, masyarakat yang rutin menonton berita di televisi maupun membaca media cetak dan online, pada dasarnya menikmati hasil kerja jurnalistik para wartawan.
Oleh karena itu, ia menekankan bahwa dunia jurnalistik harus dilindungi dan dihargai sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.
Namun demikian, ia mengakui bahwa profesi wartawan kerap menghadapi pro dan kontra di lapangan. Bahkan tidak jarang mendapat penolakan dari pihak-pihak yang merasa kepentingannya terganggu.
“Menjadi wartawan memang tidak mudah. Akan selalu ada pihak yang tidak suka. Namun yang terpenting adalah tetap menjunjung tinggi asas keberimbangan dan kode etik jurnalistik sesuai peraturan yang berlaku,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Aroziduhu juga menyesalkan adanya pihak yang meremehkan profesi wartawan. Ia menyinggung pernyataan seorang pengacara ternama, Hotman Paris Hutapea, yang dinilainya tidak pantas karena dianggap merendahkan wartawan dalam sebuah konferensi pers.
Menurutnya, pernyataan tersebut tidak mencerminkan sikap profesional dan berjiwa besar, serta berpotensi menimbulkan penilaian negatif dari masyarakat.
“Pernyataan seperti itu seharusnya tidak disampaikan di ruang publik. Selain merendahkan profesi wartawan, juga dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat,” pungkasnya.
(Yenny).



