Mandiangin, 4 Agustus 2026 Globalinvestigasinews.com
Sikap arogan di tunjukkan oleh personil yang di duga Oknum Scurity perusahaan PT.AAS terhadap warga anggota Koperasi yang sedang beraktifitas di kebun milik warga yang berbatasan langsung dengan kebun milik perusahaan, menurut warga sekitar bahwa lokasi ini di luar batas kebun perusahaan di buktikan adanya tanaman kebun warga berupa tanaman karet dan sawit, ” Kalau batas kebun Warga dengan kebun Perusahaan masih jauhlah, sekitar 100 an meter, itu kebun milik warga,” terang Sihombing ketua RT 23 pada Jumat 04/09/2026.
Aktifitas Tambang Rakyat berupa pengeboran minyak adalah di bawah naungan Koperasi Produsen Migas Mantap Sejahtera yang sudah memiliki Izin dan sudah mendapatkan surat rekomendasi dari Gubernur Jambi.
Selain itu, Chairul sebagai kordinator lapangan adalah salah satu warga Desa Sungai Butang Kecamatan Mandiangin timur Kab. Sarolangun sebelumnya sudah mendapatkan izin dari Pemerintah setempat mulai dari RT, Kepala Dusun dan pihak Kepala Desa untuk melakukan Pengeboran Minyak Tambang Rakyat di bawah naungan Koperasi.
Namun pada saat Chairul dan anggotanya sedang observasi lapangan pihaknya di datangi oleh beberapa orang Security Perusahaan yang di dampingi oleh oknum Anggota Brimob dan Oknum Anggota TNI, pada saat itu Chairul bersama anggotanya mendapatkan peringatan bahwa kalau tidak segera meninggalkan lokasi akan dilaporkan ke Jambi, ketika itu di sampaikan oleh pihak Chairul bahwa mereka berada di bawah pengawasan Koperasi, namun pihak Scurity menyampaikan bahwa pihaknya hanya menjalankan perintah dari perusahaan.
Namun selang 2 hari setelah pertemuan di lokasi pada Selasa 2 Agustus 2026 Chairul melalui anggotanya menyampaikan bahwa peralatan tambang miliknya sudah banyak yang hilang dan pondok sudah di obrak Abrik oleh oknum Security yang berjumlah sekitar +- 15 orang. ” Kerugian materi berkisar 25 jutaan, kami sudah jelaskan kepada pihak security dan bagaimana status kami bisa melakukan pengeboran, kami jelas sudah di rugikan dari mulai bahan makanan sampai mesin yang di rusak, dan sekarang barang barang itu berada di perusahaan,” terang Chairul.
Awak media sudah mencoba menghubungi pihak perusahaan dan sudah melakukan konfirmasi, namun sayang pihak managemen dan humas perusahaan belum memberikan klarifikasi atas hal tersebut meskipun terpantau sambungan aktif.
*Bersambung
(Fik_Globalinewsjambi)




