CILEGON – Global Investigasi News.com – Ketua Umum PB Al Khairiyah ; H.Ali Mujahidin (Mumu) Akan Bersurat Minta Presiden Prabowo Danantara dan APH Investigasi Soal Import Bahan Baku Baja Slab dari Cina oleh PT.Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Sabtu (25/7/2025)
Ditengah peristiwa dugaan Korupsi & Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang gaduh di PT.Krakatau Nasional Indonesia (KNI) anak perusahan KRAS dan peristiwa kebakaran CRM yang baru saja terjadi di dalam kawasan Pabrik Baja KRAS terdapat persoalan baru yang kembali mengejutkan serta menjadi sorotan masyarakat (Publik) yang mungkin kembali mengejutkan.
Ketua Umum PB Al Khairiyah H.Ali Mujahidin atau yang lebih akrab dengan panggilan (Mumu) menyoroti persoalan adanya pembelian bahan baku Baja Slab yang beberapa waktu lalu diduga dengan spesifikasi yang diduga misterius diimport oleh managment Kras dari Cina.
Menurut Mumu ada potensi persoalan yang lebih besar di Kras yang perlu mendapatkan evaluasi dan investigasi dari pemerintah selain persoalan dugaan Korupsi dan TPPU anak perusahaan (Grup) yaitu (KNI) dan Kebakaran pabrik CRM KRAS. Dengan demikian mumu akan segera bersurat meminta
Presiden Prabowo Subianto untuk dapat memerintahkan Pihak Danantara dan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait melakukan investasi atau penyelidikan atas potensi persoalan pembelian import bahan baku baja Slab yang juga diduga sangat merugikan keuangan negara dari kepercayaan Danantara dari potensi Miss Managment pengelolaan usaha dan bisnis perusahan BUMN Kras.
Sekitar bulan Maret tahun 2026, pihak managment Kras diduga mengimport bahan baku baja berupa Slab dari Cina yang juga diduga dibeli dengan menggunakan bantuan modal keuangan dari Danantara dalam yang begitu jumlah besar.
Bahan baku Baja Slab yang diimport dari Cina tesebut diduga sampai dengan saat ini masih bertumpuk di sekitar area pabrik HSM 1 KRAS dalam jumlah yang sangat besar dan diduga belum jelas akan dijual kepada konsumen siapa apabila Slab tersebut telah dibuat menjadi Plate Baja dalam ukuran tertentu.
Persoalan pembelian bahan baku Slab dengan dugaan ketidak pastian penjualan prodak dan kepada konsumen siapa tersebut diduga dulu pernah terjadi hingga diduga sangat merugikan BUMN KRAS dan keuangan negara. Oleh karena itu potensi ancaman kerugian KRAS dari pola semodel itu jangan sampai terulang kembali , karna hal tersebut seolah hanya yang dapat kembali berpotensi merugikan keuangan negara dan sangat tidak menutup kemungkinan hanya akan dijadikan sebagai kedok portofolio (peper) laporan untung rugi saja yang sesungguhnya diduga hanya untuk mengelabui publik, mengelabui pemerintah, dan diduga mengelabui Danantara.
Diantara orientasinya diduga akan direkayasa bahwa seolah olah KRAS itu untung dalam catatan potensi dan proyeksi (Peper) saja.
Padahal tidak menutup kemungkinan hanya laporan keuangan bohong (peper) belaka.
Oleh sebab itu kami meminta Presiden Prabowo Subianto segara memerintahkan pihak Danantara untuk menginvestigasi dan memonitor khusus juga jika modal Danantara digunakan untuk membeli bahan baku baja Slab yang diduga tidak didukung oleh kepastian distribusi penjualan yang pasti, karena kami masyarakat tidak ingin KRAS sebagai BUMN terus menerus dijadikan sebagai objek ladang Korupsi seperti yang selama ini terjadi dan terus menerus seolah bukan berhenti malah berpotensi terus berkembang (Dugaan Korupsinya)
Kami tidak ingin program Presiden Prabowo tentang Danantara yang sudah bagus dan mendapat keuntungan signivikan dalam sejarah saat ini jika ternyata dirusak oleh cara cara Korupsi dengan model “lagu lama kaset baru”. dan ; Jangan sampai Pihak Pemerintah sebagai pemegang saham , Masyarakat (Publik) dan pihak Denantara misalkan hanya dakal – akali untuk ditipu dan dikelabui oleh pola kejahatan Koorporasi yang ujung ujungnya selalu merugikan Bangsa dan Negara.
Mari kita melawan lupa , jika pabrik baja KRAS selama ini selalu dirusak dan dijarah oleh oknum pejabat bandit-bandit yang selalu membangun budaya Korupsi, Kulusi dan Nepotisme hingga merusak dan meluluh lantahkan pabrik baja nasional KRAS yang seharusnya menjadi kebanggan bangsa dan negara kita.
Kami meminta Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Bapak Roslan CEO serta APH dapat melakukan investigasi , pendalaman dan penyelidikan atas import bahan baku Slab yang diduga diimport tanpa adanya pembelian dari cestomer yang pasti , atau bisa jadi diumbar menjadi hutang atau outstanding yang hanya tercatat sebagai keuntungan portofolio peper saja , sebagaimana pola KNI yang sudah terjadi
(ROHIM)



