KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH JAWA BARAT BIDANG HUBUNGAN MASYARAKAT
SIARAN PERS
TENTANG
Gagas Gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”, Polda Jabar Rangkul Cipayung Plus dan BEM Berbasis Riset Akademis
Polda Jabar merangkul sepuluh organisasi mahasiswa yang tergabung dalam kelompok Cipayung Plus Jawa Barat serta empat aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jabar dalam ajang silaturahmi dan dialog terbuka di Mapolda Jabar, Selasa (21/7/2026).
Pertemuan strategis ini digelar untuk memperkuat sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jawa Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto secara resmi menggaungkan gerakan bertajuk “Jaga Rawat Jawa Barat”.
Gagasan ini dirancang untuk menggeser paradigma dan prinsip kerja jajaran Kepolisian Daerah Jawa Barat agar lebih adaptif, responsif, kolaboratif, serta solutif dalam merespons dinamika sosial di tengah masyarakat.
Gagasan Kapolda Jabar ini lahir dari hasil survei dan belanja masalah dengan menggunakan pendekatan serta metodologi penelitian akademis sejak awal masa jabatannya.
Langkah ini dilakukan mengingat kompleksitas tantangan di Jawa Barat yang amat tinggi, mulai dari jumlah penduduk yang melebihi 50 juta jiwa, wilayah yang luas, hingga posisinya yang berdampingan langsung dengan ibu kota negara.
“Jawa Barat bukan hanya pusat pemerintahan dan perekonomian, tetapi juga tujuan investasi, pusat industri, lumbung pangan, sentra pendidikan, serta destinasi pariwisata utama. Karena itu, setiap dinamika yang terjadi di Jawa Barat tidak hanya berdampak lokal, tetapi kerap menjadi perhatian nasional. Hal inilah yang menuntut kita untuk berkolaborasi,” ujarnya.
Melalui gerakan “Jaga Rawat Jawa Barat”, jajaran Polda Jabar dituntut memiliki empat pilar prinsip kerja Adaptif, Responsif, Kolaboratif dan Solutif.
Secara khusus, Kapolda Jabar menegaskan kepada seluruh Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar untuk tidak menutup diri dari masukan kritis mahasiswa. Ia memerintahkan jajarannya untuk terus membuka ruang dialog secara berkelanjutan.
“Jangan membentengi diri dari gagasan- gagasan yang konstruktif dari mahasiswa dan kaum cendikiawan. Dari ide yang baik dapat lahir kebijakan yang solutif. Dari niat yang baik, maka akan lahir hasil yang bermanfaat nyata bagi masyarakat,” tegas dia.
Ia berpesan agar penyampaian aspirasi tetap menjunjung tinggi etika, moral, dan norma hukum.
“Jaga persatuan, rawat kebersamaan, dan bersama-sama kita jaga rawat Jawa Barat,” pungkasnya.
Diketahui, organisasi yang di undang dalam kegiatan adalah Badko HMI Jabar, PKC PMII Jabar, PW KAMMI Jabar, GMKI KORWIL III, PMKRI Jabar, KMHDI Jabar, GMNI Jabar, HIKMABUDHI, HIMA PERSIS JABAR, DPD IMM JABAR.
Sedangkan Elemen mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dihadiri BEM SI, BEMNUS, BEM PTMA, BEM PTNU.
Bandung, 21 Juli 2026
Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar





