MRANGGEN, DEMAK 3 Agustus 2026 ,Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak menggelar “Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Kesiapsiagaan Terhadap Bencana” di SMP Negeri 1 Mranggen. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pelatihan dan Mitigasi Rencana Sekolah/Madrasah Aman Bencana (SAB) Tahun 2026.
Program SAB ini bertujuan untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini di lingkungan sekolah. Mengingat Kabupaten Demak rawan terhadap banjir, angin kencang, dan bencana lainnya, maka kesiapsiagaan warga sekolah menjadi hal yang sangat penting.
“Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Lapangan BPBD Kabupaten Demak. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen BPBD dalam membina sekolah-sekolah agar menjadi lingkungan yang aman dan tangguh terhadap bencana.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMPN 1 Mranggen ini diikuti oleh Kepala Sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan potensi bencana di wilayah Demak, prinsip-prinsip dasar mitigasi bencana, jalur dan prosedur evakuasi, titik kumpul aman, serta praktik pertolongan pertama pada kecelakaan.
Selain teori, peserta juga mengikuti simulasi evakuasi mandiri. Para siswa terlihat antusias dan aktif dalam setiap sesi pelatihan yang diberikan oleh Tim BPBD Kabupaten Demak.
Dalam sambutannya, Kepala SMPN 1 Mranggen, Ibu Titis Perwitasari, S.Pd.,MPd menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada BPBD Demak.
“Kami atas nama keluarga besar SMPN 1 Mranggen mengucapkan banyak terima kasih kepada BPBD Kabupaten Demak. Pelatihan ini sangat penting dan bermanfaat bagi kami. Ilmu tentang pencegahan dan kesiapsiagaan bencana yang diberikan hari ini akan kami implementasikan di sekolah. Harapannya SMPN 1 Mranggen dapat menjadi Sekolah Tangguh Bencana dan mampu melindungi seluruh warga sekolah apabila terjadi bencana,” ujar Ibu Titis.
Beliau juga menegaskan komitmen sekolah untuk menindaklanjuti kegiatan ini dengan menyusun dokumen Rencana Aksi Sekolah, memasang jalur evakuasi, serta membentuk Tim Siaga Bencana di sekolah.
Perwakilan BPBD Kabupaten Demak menyampaikan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam pengurangan risiko bencana. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh warga SMPN 1 Mranggen tidak panik, tahu apa yang harus dilakukan, dan dapat menyelamatkan diri dengan aman ketika bencana terjadi.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan dan foto bersama antara Tim BPBD Demak dengan keluarga besar SMPN 1 Mranggen.
Melalui kegiatan ini, BPBD Demak berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Demak yang siap siaga dan mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dari bencana.
( Karman)




