Muara Enim – GLOBAL INVESTIGASI NEWS – PTPN I Regional 7 (SupportingCo) Unit Usaha Kebun Beringin terus mengintensifkan upaya pengendalian hama dan penyakit tanaman karet sebagai langkah strategis untuk menjaga produktivitas serta meningkatkan hasil produksi lateks.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Manajer Kebun Beringin, Tulus Catur Pambudi, S.P., bersama jajaran manajemen, asisten afdeling, serta para pekerja dan penyadap yang terlibat dalam pelaksanaan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) di areal kebun.
Kebun Beringin merupakan salah satu unit usaha strategis di bawah PTPN I Regional 7 yang berlokasi di wilayah Senuling Indah, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, dengan komoditas utama berupa tanaman karet.
Dalam pelaksanaannya, tim melakukan berbagai langkah preventif dan kuratif untuk mengendalikan sejumlah penyakit utama yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman. Salah satu fokus utama adalah pencegahan penyakit gugur daun akibat serangan jamur Pestalotiopsis maupun Colletotrichum, yang diketahui dapat menyebabkan penurunan produksi lateks secara signifikan.
Selain itu, tim juga melakukan deteksi dini dan penanganan terhadap Jamur Akar Putih (JAP) yang menyerang pangkal batang tanaman karet, serta pengendalian hama kutu dan berbagai organisme pengganggu tanaman lainnya.
Manajer Kebun Beringin, Tulus Catur Pambudi, S.P., menegaskan bahwa kegiatan pengendalian hama dan penyakit merupakan bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjaga kesehatan tanaman serta memastikan target produksi dapat tercapai.
“Pengendalian dilakukan secara rutin melalui pemantauan lapangan, deteksi dini, serta tindakan penanganan yang cepat dan tepat agar tanaman tetap sehat dan produktif,” ujarnya.
Melalui program tersebut, PTPN I Regional 7 berharap kondisi tanaman menghasilkan (TM) tetap terpelihara dengan baik sehingga mampu memberikan kontribusi optimal terhadap pencapaian target produksi dan kinerja perusahaan secara keseluruhan.
Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara manajemen kebun, asisten afdeling, hingga para penyadap sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga aset negara sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perkebunan nasional.
Penulis: Ari
GLOBAL INVESTIGASI NEWS



