PAGAR ALAM, SUMATERA SELATAN — GLOBAL INVESTIGASI NEWS
PAGAR ALAM, Rabu (28/10/2026) — Wali Kota Pagar Alam, H. Ludi Oliansyah, S.T., meminta pihak terkait segera menindaklanjuti keberadaan jaringan listrik yang terpasang di kawasan wisata Gunung Dempo, Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Keberadaan jaringan tersebut dinilai mengganggu jalur olahraga paralayang serta berpotensi membahayakan keselamatan atlet.
Permintaan tersebut disampaikan Ludi Oliansyah setelah pelaksanaan upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026). Ia menyoroti pemasangan tiang dan bentangan kabel listrik di kawasan perkebunan teh Gunung Dempo yang disebut telah digunakan sebagai jalur aktivitas olahraga paralayang.
Menurut Ludi, keberadaan jaringan listrik tersebut perlu ditinjau kembali, baik dari sisi perizinan, peruntukan program, maupun kesesuaiannya dengan kawasan wisata dan jalur olahraga udara.
“ Saya minta pihak yang melakukan pemasangan segera membongkar serta mencabut tiang listrik yang mengganggu keindahan wisata dan menghalangi jalur atlet olahraga terbang layang. Lebih berbahaya lagi, kondisi ini bisa mengancam keselamatan para atlet saat berlatih,” ujar Ludi.
Pertanyakan Peruntukan dan Perizinan Jaringan Listrik
Ludi juga mempertanyakan informasi mengenai peruntukan jaringan listrik yang disebut-sebut masuk dalam program jaringan listrik desa. Pasalnya, lokasi pemasangan berada di kawasan perkebunan teh PTPN I Gunung Dempo, bukan di wilayah yang menurutnya sesuai dengan peruntukan program tersebut.
Ia meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap dokumen perizinan, dasar pelaksanaan pekerjaan, serta kesesuaian lokasi pemasangan jaringan dengan perencanaan tata ruang kawasan.
Kejelasan mengenai pihak pelaksana, pemilik jaringan, dan dasar perizinan dinilai penting agar pembangunan infrastruktur tidak mengabaikan fungsi kawasan wisata maupun keselamatan pengguna jalur paralayang.
Namun, status perizinan dan peruntukan program tersebut masih perlu dikonfirmasi kepada instansi serta pihak pelaksana yang berwenang.
Kabel Listrik Berpotensi Membahayakan Atlet Paralayang
Keberadaan kabel listrik di sekitar jalur penerbangan dan lokasi pendaratan paralayang menjadi perhatian karena aktivitas olahraga ini sangat bergantung pada arah angin, kondisi cuaca, serta ruang gerak yang aman.
Dalam kondisi tertentu, perubahan arah angin atau turbulensi dapat memengaruhi lintasan parasut. Apabila kabel listrik berada di jalur terbang atau pendekatan pendaratan, risiko kontak dengan jaringan dapat menimbulkan kecelakaan serius.
Selain risiko tersangkut, kontak dengan jaringan bertegangan tinggi juga berpotensi menyebabkan sengatan listrik yang fatal.
Karena itu, penilaian teknis mengenai jarak aman, jalur penerbangan, lokasi lepas landas (take-off), dan lokasi pendaratan (landing) perlu dilakukan oleh pihak yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan paralayang dan ketenagalistrikan.
Atlet Mengaku Khawatir untuk Berlatih
Piki, salah seorang atlet paralayang, turut menyampaikan keluhan terkait keberadaan jaringan listrik di kawasan tersebut.
Menurutnya, pemasangan kabel listrik yang berada di sekitar jalur aktivitas paralayang menimbulkan kekhawatiran bagi para atlet. Ia menyebut kondisi itu membuat mereka tidak berani melakukan latihan karena khawatir terjadi insiden yang mengancam keselamatan.
Keluhan tersebut menjadi perhatian bagi komunitas paralayang, mengingat kawasan Gunung Dempo merupakan salah satu lokasi aktivitas olahraga udara di Kota Pagar Alam.
Para atlet berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan apakah posisi jaringan listrik telah memenuhi persyaratan keselamatan dan tidak mengganggu jalur penerbangan.
Sinkronisasi Infrastruktur dan Kawasan Wisata Diperlukan
Persoalan ini tidak hanya menyangkut keberadaan jaringan listrik, tetapi juga perlunya koordinasi antara pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan, pengelolaan kawasan wisata, dan keselamatan olahraga udara.
Penempatan jaringan listrik di sekitar jalur paralayang perlu dievaluasi berdasarkan kajian teknis yang mencakup ruang bebas jaringan, karakteristik medan, kondisi angin, serta jalur lepas landas dan pendaratan atlet.
Pemerintah daerah bersama instansi ketenagalistrikan dan pengelola kawasan diharapkan dapat melakukan pemeriksaan bersama guna menentukan langkah penanganan yang paling aman.
Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa jaringan tersebut mengganggu jalur penerbangan atau tidak memenuhi ketentuan keselamatan, pemindahan atau penataan ulang jaringan perlu dipertimbangkan sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.
Keselamatan Atlet dan Daya Tarik Wisata Harus Diperhatikan
Kawasan Gunung Dempo memiliki potensi wisata alam yang perlu didukung oleh penataan infrastruktur secara terencana. Keberadaan fasilitas ketenagalistrikan semestinya berjalan selaras dengan fungsi kawasan dan tidak menimbulkan risiko yang dapat dicegah.
Permintaan Wali Kota Pagar Alam tersebut diharapkan menjadi perhatian pihak pelaksana jaringan listrik, instansi ketenagalistrikan, pengelola perkebunan, serta pihak terkait lainnya.
Hingga persoalan ini memperoleh kejelasan, keselamatan atlet perlu menjadi prioritas. Pemeriksaan lapangan dan koordinasi lintas instansi diperlukan untuk memastikan aktivitas paralayang dapat berlangsung dengan aman tanpa mengabaikan kebutuhan penyediaan listrik bagi masyarakat.
@Muhammad Alamsyah
GLOBAL INVESTIGASI NEWS
Cepat – Akurat – Berimbang – Terpercaya







