HALMAHERA SELATAN – Umar Hi Soleman kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) melalui Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI yang digelar pada Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, Umar terpilih secara aklamasi untuk memimpin Partai Golkar Halsel pada periode 2025–2030.
Terpilihnya Umar untuk ketiga kalinya sebagai Ketua DPD Partai Golkar Halsel menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai. Di hadapan para peserta Musda, pengurus partai, serta jajaran pengurus kecamatan, Umar menyampaikan pesan tegas mengenai tanggung jawab kepemimpinan dan target politik yang harus dicapai pada Pemilu 2029.
Pernyataan yang paling menyita perhatian dalam forum tersebut adalah komitmen Umar untuk mengundurkan diri dari jabatannya apabila tidak mampu mengembalikan dua kursi Partai Golkar di Halmahera Selatan pada Pemilu 2029.
Pernyataan itu disampaikan secara langsung di hadapan peserta Musda dan anggota partai sebagai bentuk penegasan atas tanggung jawab yang melekat pada jabatan ketua. Umar menempatkan target perolehan kursi sebagai salah satu tolok ukur keberhasilannya dalam memimpin dan membenahi kekuatan partai selama masa kepengurusan.
“Saya cuma mau tegaskan, ketika 2029 saya tidak mampu mengembalikan dua kursi, maka saya akan mengundurkan diri,” tegas Umar Hi Soleman di hadapan peserta Musda.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Umar secara terbuka mengaitkan kelanjutan kepemimpinannya dengan pencapaian target politik Partai Golkar Halsel pada 2029. Ia tidak hanya berbicara mengenai kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya, tetapi juga menegaskan adanya tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh kader dan pengurus partai.
Umar Ajak Seluruh Pengurus Bersatu dan Bekerja
Dalam sambutannya, Umar menyampaikan terima kasih kepada jajaran pengurus DPD Partai Golkar Halsel serta para pengurus kecamatan yang telah memberikan dukungan sehingga dirinya kembali dipercaya memimpin partai berlambang pohon beringin tersebut.
Ia mengajak seluruh pengurus untuk menjadikan momentum Musda sebagai titik awal memperkuat kebersamaan, membangun koordinasi, serta meningkatkan kerja organisasi hingga ke tingkat kecamatan dan desa.
Menurut Umar, kepemimpinan partai tidak dapat dijalankan hanya oleh seorang ketua. Dibutuhkan kerja sama seluruh struktur organisasi, mulai dari pengurus kabupaten, pengurus kecamatan, hingga para kader yang berada di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada pengurus DPD Partai Golkar dan pengurus kecamatan. Mari kita sama-sama bekerja dengan baik untuk membawa mesin partai ke depan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Ajakan tersebut menekankan pentingnya soliditas internal sebagai bagian dari upaya menghadapi agenda politik mendatang. Bagi Golkar Halsel, konsolidasi organisasi menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperkuat untuk menjaga keberadaan partai sekaligus meningkatkan capaian politik pada pemilu berikutnya.
Target Dua Kursi Menjadi Tolok Ukur Kepemimpinan
Komitmen pengunduran diri yang disampaikan Umar menjadi salah satu poin utama dalam Musda ke-VI Partai Golkar Halsel. Target mengembalikan dua kursi pada 2029 bukan sekadar pernyataan mengenai hasil pemilu, tetapi juga menjadi ukuran yang secara terbuka ia tetapkan bagi kepemimpinannya sendiri.
Dengan pernyataan tersebut, Umar menegaskan bahwa jabatan ketua harus disertai tanggung jawab terhadap hasil kerja organisasi. Kepercayaan yang diberikan melalui pemilihan secara aklamasi, menurut pesan yang disampaikannya, harus dijawab dengan kerja nyata dan pencapaian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Meski demikian, pencapaian target tersebut tentu membutuhkan kerja kolektif seluruh elemen partai. Penguatan struktur organisasi, koordinasi antarpengurus, pembinaan kader, serta upaya menjaga hubungan dengan masyarakat merupakan bagian dari pekerjaan yang harus dijalankan selama masa kepengurusan.
Pernyataan Umar juga menjadi perhatian bagi jajaran pengurus dan kader karena secara terbuka menetapkan konsekuensi politik apabila target yang disampaikan tidak tercapai.
Musda Menjadi Awal Konsolidasi Menuju 2029
Musda ke-VI Partai Golkar Halsel tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua, tetapi juga menjadi momentum bagi partai untuk menata kembali langkah organisasi dalam menghadapi agenda politik mendatang.
Setelah kembali terpilih, Umar dihadapkan pada tanggung jawab untuk memperkuat konsolidasi internal dan membangun kerja sama dengan seluruh jajaran pengurus. Komitmen yang disampaikannya di hadapan peserta Musda akan menjadi perhatian selama masa kepemimpinannya menuju Pemilu 2029.
Bagi seluruh kader Golkar Halsel, tantangan ke depan bukan hanya mempertahankan soliditas organisasi, tetapi juga menerjemahkan komitmen tersebut ke dalam kerja politik yang terukur.
Umar telah menyampaikan targetnya secara terbuka: mengembalikan dua kursi pada 2029. Ia bahkan menegaskan kesediaannya mundur apabila target tersebut tidak tercapai.
Kini, pelaksanaan komitmen itu akan bergantung pada perjalanan kepengurusan selama periode mendatang, termasuk bagaimana konsolidasi organisasi dijalankan dan bagaimana seluruh kader bekerja bersama mencapai target yang telah dinyatakan oleh ketua terpilih.
Musda telah menetapkan Umar Hi Soleman untuk kembali memimpin Golkar Halsel. Pernyataannya mengenai target dua kursi pada 2029 sekaligus menempatkan tanggung jawab kepemimpinan sebagai salah satu isu utama yang akan mengiringi perjalanan partai hingga pemilu berikutnya.
Kabiro Halsel
(Alimudin)







