KABUPATEN BANDUNG — STIKINDO Wirautama Ciparay kembali meneguhkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia bidang kesehatan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Komitmen tersebut tercermin dalam kegiatan Ucap Janji Pra Klinik Tahun Akademik 2025–2026 yang berlangsung di Gedung Graha Wirakarya, Kabupaten Bandung, Rabu (19/8/2026).
Sebanyak 285 mahasiswa mengikuti prosesi tersebut, terdiri atas 144 mahasiswa Keperawatan, 17 mahasiswa Kebidanan, dan 124 mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Prosesi ini menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa memasuki dunia praktik dan berinteraksi secara langsung dengan pasien maupun masyarakat.
Ketua YPPGMI, H. Asep Ikhsan, didampingi Kepala STIKINDO Wirautama, H. Yayan Mulyana, SE., MM., memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya menjaga integritas dan etika profesi selama menjalankan praktik.
Bagi Asep, Ucap Janji Pra Klinik bukan sekadar agenda seremonial kampus. Prosesi tersebut merupakan titik awal mahasiswa menerapkan pengetahuan akademik ke dalam praktik nyata sekaligus menguji kesiapan karakter mereka sebagai calon tenaga kesehatan.
«“Ucap Janji Pra Klinik bukan hanya sekadar seremonial dan formalitas kampus. Ini merupakan gerbang awal dari teori menuju praktik nyata di lapangan. Janji yang diucapkan hari ini harus mengikat hati, pikiran, dan perilaku saudara selama menjalankan praktik,” tegas Asep.»
Asep Ikhsan: Tenaga Kesehatan Harus Profesional dan Humanis
Dalam pesannya kepada mahasiswa, Asep menegaskan bahwa kompetensi akademik harus berjalan seiring dengan karakter, empati, kedisiplinan, dan tanggung jawab moral.
Menurutnya, tenaga kesehatan berhadapan langsung dengan manusia yang membutuhkan pelayanan, perhatian, dan rasa aman. Karena itu, kemampuan profesional harus dibarengi dengan pendekatan kemanusiaan.
«“Layani pasien dengan empati yang tinggi, ketelitian dan senyuman. Karena sentuhan kemanusiaan menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan,” ujarnya.»
Asep juga mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada kemampuan memberikan pelayanan kesehatan. Mahasiswa harus mampu menjadi agen edukasi dan pencegahan penyakit di tengah masyarakat.
«“Saudara bukan hanya dituntut mampu memberikan pelayanan, tetapi juga harus mampu mengedukasi, mencegah dan membangun benteng kesehatan di masyarakat,” katanya.»
Pesan tersebut menjadi bagian dari visi Asep dalam mendorong lahirnya generasi tenaga kesehatan yang mampu menjadi duta perubahan dan garda terdepan dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat.
Jaga Nama Baik Almamater
Memasuki dunia praktik, mahasiswa membawa tanggung jawab yang lebih besar. Mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan keluarga, tetapi juga membawa nama baik STIKINDO Wirautama.
Asep meminta seluruh mahasiswa menjaga kedisiplinan, sopan santun, etika, profesionalisme, serta mematuhi seluruh standar operasional prosedur di tempat praktik.
«“Jaga nama baik almamater. Perilaku, sopan santun dan kedisiplinan saudara di tempat praktik merupakan bagian dari nama baik kampus. Patuhi seluruh SOP, hormati hak pasien dan jaga kerahasiaan medis mereka,” pesannya.»
Ia menekankan bahwa praktik klinik harus dipandang sebagai ruang pembelajaran untuk memperkuat kompetensi dan membangun karakter profesional, bukan sekadar tahapan untuk memperoleh nilai akademik.
Dari STIKINDO Wirautama untuk Indonesia
Ucap Janji Pra Klinik 285 mahasiswa STIKINDO Wirautama Ciparay menjadi simbol kesiapan generasi muda kesehatan memasuki dunia profesional.
Dari Ciparay, STIKINDO Wirautama terus memperkuat perannya dalam mencetak sumber daya manusia bidang kesehatan yang kompeten, berintegritas, humanis, dan memiliki semangat pengabdian.
Bagi Asep Ikhsan, keberhasilan pendidikan tidak semata diukur dari capaian akademik atau gelar yang diperoleh mahasiswa. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu melahirkan manusia yang dapat mengabdikan ilmu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadilah tenaga kesehatan yang profesional, berintegritas dan humanis. Jadilah duta perubahan serta garda terdepan dalam membangun masyarakat yang lebih sehat,” pungkas Asep.
Redaksi




