BANDUNG, JAWA BARAT — Kepedulian terhadap masyarakat kembali diwujudkan melalui aksi sosial di Desa Pangauban, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Bandung. Karang Taruna RW 11 Desa Pangauban bersama Paguyuban Sinar Banten menggelar khitanan massal bagi puluhan anak sekaligus memberikan bantuan sosial kepada 20 anak yatim.

Kegiatan yang berlangsung di Padepokan Sinar Banten, Kamis (17/9/2026), menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong di lingkungan desa.
Kegiatan tersebut tidak hanya memiliki dimensi sosial, tetapi juga edukatif. Khitanan merupakan salah satu bentuk perawatan kesehatan yang penting bagi anak laki-laki, sehingga pelaksanaannya dengan melibatkan tenaga medis memberikan perhatian terhadap aspek kesehatan dan keamanan peserta.
Sejumlah unsur masyarakat terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari pemuda Karang Taruna, Paguyuban Sinar Banten, tenaga kesehatan, relawan hingga masyarakat setempat.
Hadir Ketua DPW Sinar Banten Aon Nurdin atau Unyil SB, yang mewakili Guru Besar Padepokan Sinar Banten almarhum H. Apih Aju Gojali. Turut hadir Ketua RW 11 Hendi, Ketua Karang Taruna RW 11 Ajis, jajaran panitia, tenaga medis dan para relawan.
Ketua pelaksana Aon Nurdin mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan tersebut.
«“Ini merupakan wujud kepedulian bersama terhadap generasi penerus di lingkungan masyarakat.”»
Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Paguyuban Sinar Banten, Karang Taruna RW 11, RS Immanuel bersama dr. Cucu, serta berbagai unsur masyarakat Desa Pangauban.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan pentingnya peran berbagai elemen masyarakat dalam membangun kepedulian sosial. Pemuda tidak hanya menjadi bagian dari lingkungan masyarakat, tetapi juga dapat mengambil peran melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Sementara pemberian bantuan kepada 20 anak yatim menjadi bentuk perhatian sosial sekaligus pengingat bahwa kepedulian terhadap kelompok yang membutuhkan perlu terus dipelihara di tengah kehidupan bermasyarakat.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, momentum tersebut menjadi ruang mempererat hubungan antara pemuda, organisasi kemasyarakatan, tenaga kesehatan dan warga. Semangat kebersamaan menjadi modal sosial yang penting untuk membangun lingkungan masyarakat yang saling mendukung.
Kegiatan di Pangauban juga memberikan pesan edukatif bahwa persoalan sosial tidak selalu harus dihadapi sendiri. Ketika masyarakat, pemuda, organisasi sosial dan tenaga profesional membangun kolaborasi, berbagai kebutuhan warga dapat direspons melalui kegiatan yang terarah dan bermanfaat.
Melalui kegiatan tersebut, Karang Taruna dan Paguyuban Sinar Banten menunjukkan bahwa kepedulian sosial dapat dimulai dari lingkungan terdekat dan diwujudkan melalui langkah konkret.
Semangat tersebut diharapkan terus berkembang sehingga kegiatan sosial, pelayanan masyarakat dan edukasi kesehatan dapat semakin banyak menyentuh warga, khususnya anak-anak dan keluarga yang membutuhkan perhatian.
Sumber: Humas Sinar Banten Jawa Barat




