ACEH SINGKIL – 8 September 2026
Aksi kekerasan kembali mencoreng iklim kebebasan pers dan keamanan sipil di Kabupaten Aceh Singkil.
April Siregar, seorang jurnalis senior yang juga aktif sebagai pengurus organisasi serikat, menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang di area PT Singkil Sejahtera Makmur (SSM), Desa Mandumpang, Kecamatan Suro Makmur, pada Senin (7/9).
Insiden ini tidak hanya menimpa April, tetapi juga seorang rekan lainnya yang turut menjadi sasaran amuk massa.
Peristiwa bermula ketika kedua korban berniat melakukan kunjungan ke pabrik untuk bertemu dengan perwakilan Humas PT SSM.
Namun, niat baik tersebut berujung pada tindakan brutal tanpa provokasi verbal maupun dialog awal.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan korban, sesampainya di pos penjagaan (security), mereka langsung dihadang oleh rombongan puluhan individu yang mengendarai sepeda motor.
Tanpa adanya pertanyaan atau klarifikasi identitas, massa tersebut langsung melancarkan aksi kekerasan fisik.
“Baru sampai di pos security, kami langsung dicegat.
Mereka datang beramai-ramai naik motor, tanpa tanya apa-apa langsung main keroyok,” ujar April Siregar saat menceritakan kembali momen mencekam tersebut.
Akibat serangan mendadak itu, kedua korban mengalami luka-luka fisik yang memerlukan perawatan medis intensif.
Dari informasi yang dihimpun, pelaku diduga kuat merupakan kelompok pekerja bongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang beroperasi di lingkungan pabrik tersebut.
Menolak menjadi korban kekerasan tanpa proses hukum, April dan rekannya segera mengambil langkah yuridis.
Keduanya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Aceh Singkil dan menjalani pemeriksaan visum et repertum di RSUD Aceh Singkil untuk memperkuat bukti medis dalam proses penyelidikan.
“Kami sudah resmi melapor ke Polres Aceh Singkil dan sudah divisum di RSUD.
Kami berharap pihak kepolisian dapat segera memproses kasus pengeroyokan ini secara hukum agar ada keadilan,” tegas April dengan nada serius.
Kasus ini menambah daftar panjang ancaman terhadap keselamatan wartawan dan aktivis sipil di daerah tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, baik manajemen PT Singkil Sejahtera Makmur maupun jajaran Polres Aceh Singkil belum memberikan keterangan resmi terkait motif di balik kekerasan tersebut serta langkah-langkah penegakan hukum yang sedang ditempuh.
Publik kini menunggu respons cepat dari aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas identitas pelaku dan memastikan bahwa tindakan anarkis tersebut tidak dibiarkan begitu saja, demi menjamin rasa aman bagi seluruh warga, termasuk para pekerja media.(*)
Htb




