BANGKA BARAT, GLOBAL INVESTIGASI NEWS — Warga Dusun Bukit Rantau, Desa Kelabat, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, digemparkan dengan penemuan sesosok jenazah laki-laki di area perkebunan, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 08.30 WIB.
Jenazah tersebut diketahui bernama Adi Purwanto, laki-laki berusia sekitar 48 tahun, warga Dusun Bukit Rantau, Desa Kelabat. Korban sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke rumah selama kurang lebih empat hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban meninggalkan rumah pada Senin (7/9/2026) setelah meminta uang sebesar Rp100.000 kepada istrinya, Erma (37). Saat itu, korban disebut berpamitan hendak pergi ke bengkel untuk memperbaiki ban sepeda motor.
Namun, sejak meninggalkan rumah, korban tidak kunjung kembali. Pihak keluarga kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya sempat melaporkan kehilangan tersebut ke kepolisian setempat, yakni Polsek Jebus.
Ditemukan Setelah Pemilik Kebun Mencium Bau Tidak Sedap
Pada Jumat pagi, seorang warga bernama Asep yang merupakan pemilik kebun mencium aroma tidak sedap dari area perkebunannya.
Setelah dilakukan pengecekan, Asep menemukan sesosok jenazah laki-laki dalam kondisi tergantung di sebuah pohon akasia.
Mengetahui kejadian tersebut, Asep kemudian menghubungi Kepala Desa Kelabat, Roni. Informasi selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek Jebus.
Personel kepolisian bersama aparat terkait kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus melakukan proses evakuasi terhadap jenazah.
Jenazah selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bakti Timah Desa Puput, Kecamatan Parittiga, untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum luar.
Polisi: Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan Fisik
Berdasarkan pemeriksaan awal oleh pihak kepolisian dan tenaga medis, hingga pemeriksaan visum luar selesai sekitar pukul 11.40 WIB, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik lain pada tubuh korban.
Meski demikian, penyebab pasti kematian tetap menjadi kewenangan pihak berwenang berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan.
Informasi mengenai dugaan tekanan ekonomi keluarga disebut sebagai salah satu kemungkinan latar belakang peristiwa tersebut. Namun, hal tersebut masih merupakan dugaan dan belum dapat dijadikan kesimpulan pasti mengenai motif korban.
Setelah proses pemeriksaan dan administrasi selesai, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Dusun Bukit Rantau.
Korban diketahui berstatus sebagai kepala keluarga dan bekerja sebagai buruh harian lepas. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki.
Jenazah direncanakan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Kelabat pada Jumat sore.
Aparat Pastikan Situasi Kondusif
Dalam penanganan kejadian tersebut, personel kepolisian bersama aparat pemerintah desa dan unsur terkait melakukan pengamanan TKP, membantu evakuasi jenazah, berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Jebus serta pihak rumah sakit, dan mendampingi keluarga selama proses pemeriksaan medis.
Aparat desa juga berkoordinasi dengan keluarga terkait persiapan pemakaman.
Pasca-kejadian, aparat kewilayahan disebut terus melakukan pemantauan situasi di sekitar kediaman keluarga korban serta memberikan pendampingan kepada pihak keluarga agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
Peristiwa tersebut menjadi duka bagi keluarga dan masyarakat Dusun Bukit Rantau. Pihak terkait mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan foto jenazah maupun informasi yang belum terverifikasi untuk menghormati keluarga korban.
TIM GLOBAL INVESTIGASI NEWS




