ACEH SINGKIL — Mulyadi, seorang pedagang ikan keliling di Kabupaten Aceh Singkil, melontarkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Perikanan dan Kelautan. Hingga kini, ia mengaku belum pernah menerima bantuan unit pendingin ikan (freezer) yang dikabarkan disalurkan kepada pelaku usaha perikanan rakyat.
Bagi Mulyadi yang saban hari menjajakan ikan dari desa ke desa, alat pendingin bukan kemewahan, melainkan kebutuhan mendesak. Tanpa pendingin, hasil tangkapan cepat rusak di tengah cuaca panas. Tak jarang ia menelan kerugian karena sebagian ikan membusuk sebelum laku terjual.
“Kami sudah bertahun-tahun mencari nafkah sebagai pedagang ikan keliling. Ketika mendengar ada program bantuan pendingin dari dinas, kami sangat berharap. Namun harapan itu seakan diabaikan,” ungkap Mulyadi dengan nada kecewa, Selasa (27/10/2026).
Ia juga mempertanyakan kriteria penetapan penerima bantuan. Menurutnya, sebagai pelaku usaha kecil yang benar-benar membutuhkan, ia justru tak tersentuh program tersebut.
“Saya tidak meminta yang lain-lain, cukup keadilan. Kalau memang ada program, seharusnya kami yang benar-benar berjuang di lapangan ikut diperhatikan, bukan hanya kelompok tertentu,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Aceh Singkil belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak dinas untuk memperoleh konfirmasi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengevaluasi mekanisme penyaluran bantuan agar tepat sasaran dan transparan — sehingga program yang sejatinya untuk memberdayakan nelayan dan pedagang kecil tidak justru melewatkan mereka yang paling membutuhkan.(*)
Sumber (Sabri)







