Lahat, GLOBAL INVESTIGASI – Pemerintah desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjung Sakti Pumi dan Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) Perubahan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan berlangsung selama empat hari, mulai Senin (20/7/2026) hingga Kamis (23/7/2026). Musdes dilaksanakan di kantor desa maupun di kediaman kepala desa, sesuai dengan kesepakatan dan kondisi masing-masing desa.
Di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Musdes dilaksanakan di 18 desa, sedangkan di Kecamatan Tanjung Sakti Pumu berlangsung di 14 desa. Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan difasilitasi oleh kepala desa masing-masing.
Musdes Perubahan RKPDes dan APBDes 2026 bertujuan menyusun kembali perencanaan pembangunan desa berdasarkan kebutuhan masyarakat serta menyesuaikan kondisi keuangan desa. Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul adanya perubahan alokasi Dana Desa, termasuk kebijakan pemerintah pusat yang mengarahkan sebagian anggaran untuk Program Koperasi Merah Putih dan ketahanan pangan.
Meski demikian, adanya tambahan alokasi dana melalui Anggaran Dana Desa (ADD) dinilai menjadi angin segar bagi pemerintah desa untuk tetap melaksanakan sejumlah program pembangunan yang menjadi prioritas masyarakat.
Dalam arahannya di berbagai Musdes di Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Camat Tanjung Sakti Pumi, Arpin, S.E., menyampaikan sejumlah program prioritas Pemerintah Kabupaten Lahat, di antaranya program Beasiswa Pendidikan Kuliah Gratis BELADAS serta program magang kerja ke Jepang bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan.
Sementara itu, perwakilan Bhabinkamtibmas Polsek Tanjung Sakti memaparkan program kerja sama antara Polri dan perbankan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi kelompok tani. Program yang dikenal dengan nama SIMBARA tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha pertanian, khususnya budidaya jagung.
Melalui kerja sama Polsek Tanjung Sakti dengan Bank BRI Unit Tanjung Sakti, kelompok tani dapat mengakses pembiayaan KUR sebesar sekitar Rp11 juta per hektare sebagai modal penanaman jagung.
Selain itu, perwakilan Koramil Tanjung Sakti juga memberikan sosialisasi mengenai Program Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu program pemerintah dalam memperkuat perekonomian masyarakat desa.
Musdes di kedua kecamatan dihadiri oleh Camat Tanjung Sakti Pumi Arpin, S.E., Camat Tanjung Sakti Pumu Sony Martha, S.E., unsur Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang), BPD, kepala desa, perangkat desa, kepala dusun, tokoh masyarakat, Tim Penggerak PKK, guru PAUD, guru mengaji, marbot, perwakilan Polsek Tanjung Sakti, Koramil Tanjung Sakti, serta insan pers.
Melalui pelaksanaan Musdes Perubahan RKPDes dan APBDes Tahun 2026 ini, diharapkan program pembangunan desa dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta tetap berjalan efektif di tengah perubahan kebijakan anggaran pemerintah.
(Alamsyah Muhammad)



