TASIKMALAYA, GLOBAL INVESTIGASI NEWS — Wali Kota Tasikmalaya, H. Viman Alfarizi, secara resmi membuka rangkaian kegiatan Peringatan Hari Santri yang digelar di Gedung GGC, kawasan Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada Selasa, 20 Oktober 2026, berdasarkan informasi awal yang disampaikan kepada redaksi.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pejabat pemerintah daerah, unsur Kementerian Agama, pimpinan pondok pesantren, tokoh masyarakat, serta sekitar 300 santri yang mewakili berbagai wilayah di Kota Tasikmalaya.
Hadir dalam kegiatan itu Ketua Pelaksana H. Yono, Kepala Kantor Kementerian Agama, perwakilan Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, Ketua BAZNAS H. Nasihin, Kabag Kesra H. Asep Budi, perwakilan Dinas Sosial, para camat dan lurah, serta tamu undangan lainnya.
Wali Kota Viman Alfarizi membuka kegiatan tersebut dengan didampingi Asisten Daerah I, H. Ade Hendar.
Santri Didorong Menjawab Tantangan Zaman
Dalam sambutannya, Viman Alfarizi menyampaikan bahwa perjuangan santri pada masa lalu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan perlu dilanjutkan melalui kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
Menurutnya, momentum Hari Santri pada 22 Oktober 2026 harus menjadi pengingat bagi generasi santri untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman, seiring dengan cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Santri diharapkan tidak hanya memperkuat pemahaman agama dan akhlak, tetapi juga meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Dengan bekal tersebut, para santri diharapkan mampu mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi hingga pembangunan nasional.
Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan
Peringatan Hari Santri menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran pesantren dan santri dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selain menjadi pusat pendidikan keagamaan, pesantren turut berkontribusi dalam membentuk karakter, menanamkan nilai kebangsaan, serta membangun kepedulian sosial.
Kehadiran sekitar 300 santri dalam kegiatan tersebut mencerminkan keterlibatan generasi muda pesantren dalam memperingati momentum bersejarah bagi kalangan santri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan para pendahulu dapat terus diwariskan kepada generasi penerus, dengan mengedepankan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, persatuan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Peringatan Hari Santri juga diharapkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, kalangan pesantren, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan Kota Tasikmalaya.
GLOBAL INVESTIGASI NEWS akan terus menyampaikan informasi mengenai kegiatan pemerintah daerah dan peran masyarakat dalam mendukung kemajuan pendidikan, keagamaan, serta pembangunan bangsa.
(Redaksi GLOBAL INVESTIGASI NEWS)







