INHU, RIAU (Global Investigasi News) – Bus sekolah milik BUMDes Bumi Kaya, Desa Petalabumi, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), yang menjadi mitra PT Inecda, terbakar di jalan poros perusahaan, Senin (5/10/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi setelah bus selesai mengantar anak-anak sekolah dan melakukan pengisian bahan bakar minyak (BBM). Kendaraan itu sedianya kembali digunakan untuk menjemput para siswa.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, bus mengalami kerusakan berat setelah api menghanguskan hampir seluruh bagian kendaraan.
Humas PT Inecda, Joko Dwiyono, membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya dari sopir, kebakaran diduga dipicu gangguan kelistrikan atau korsleting pada kendaraan.
“Menurut keterangan sopir, ada korsleting. Sopir kemudian melompat keluar dari mobil dan setelah itu mobil langsung terbakar,” kata Joko.
Joko menjelaskan, bus sebelumnya telah mengantar anak-anak sekolah. Sekitar pukul 10.00 WIB, kendaraan tersebut melakukan pengisian BBM sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalan poros perusahaan.
Namun, setelah bus melaju cukup jauh dari lokasi pengisian BBM, kendaraan tiba-tiba terbakar.
Api kemudian ditangani oleh petugas pemadam kebakaran milik perusahaan. Upaya pemadaman dilakukan dengan cepat untuk mencegah api meluas ke lingkungan sekitar.
“Untuk kondisi mobil, hangus terbakar,” ujar Joko.
Kepala Desa Petalabumi, Sugiono, juga membenarkan bahwa bus tersebut merupakan kendaraan yang digunakan untuk mendukung aktivitas antar-jemput anak sekolah.
Menurut Sugiono, setelah mengisi BBM, bus seharusnya kembali menjalankan tugas menjemput para siswa. Namun, rencana tersebut terhenti setelah kendaraan terbakar di jalan poros perusahaan.
“Rencananya usai melakukan pengisian BBM, mobil bus tersebut ingin menjemput anak sekolah. Namun, masih di jalan poros perusahaan, mobil terbakar,” kata Sugiono.
Sugiono menambahkan, berdasarkan keterangan sopir, percikan api pertama kali terlihat dari bagian depan kendaraan. Sopir yang menyadari adanya kondisi tersebut kemudian segera menyelamatkan diri dengan keluar dari bus.
“Hasil keterangan sopir bus, katanya di bagian depan mobil ada percikan api. Kemudian sopir melompat keluar dan api langsung membesar,” ujarnya.
Hingga laporan ini dibuat, tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun korban luka. Sementara bus mengalami kerusakan berat akibat terbakar.
Untuk penyebab pasti kebakaran, hingga kini masih mengacu pada keterangan awal sopir yang menduga adanya korsleting pada bagian kendaraan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran tersebut.***







