SAROLANGUN, GLOBAL INVESTIGASI NEWS — Kondisi tumpukan sampah di kawasan Pasar Gerabak, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, menjadi sorotan warga. Sampah berupa sisa makanan, plastik, dan kotoran lainnya tampak menumpuk dan mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap kebersihan serta kesehatan lingkungan.
Keluhan tersebut disampaikan salah seorang warga berinisial D.TUK. (Inansial) kepada pihak pemerintah kecamatan. Menurutnya, hingga kini belum terlihat kebijakan yang jelas terkait pengaturan dan penanganan kebersihan di kawasan pasar tersebut.
Ia mengungkapkan, selama ini dirinya turut membantu membersihkan kawasan pasar tanpa menerima upah tetap. Pembersihan dilakukan secara sukarela dan, menurut keterangannya, hanya memperoleh pemberian sukarela dari para pedagang di Pasar Gerabak.
“Selama ini saya membersihkan secara sukarela. Tidak ada upah tertentu, hanya menerima pemberian sukarela dari pedagang,” ujarnya.
Sejumlah warga dan pedagang toko di sekitar pasar juga membenarkan adanya persoalan sampah tersebut. Mereka mengkhawatirkan sampah yang dibiarkan menumpuk dan mulai membusuk dapat menimbulkan bau tidak sedap serta berdampak terhadap kenyamanan dan kesehatan masyarakat.
Kondisi tersebut juga disebut berkaitan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat setelah kegiatan menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, yang meninggalkan sisa sampah di sejumlah titik sekitar pasar.
Warga berharap Camat Batang Asai dan Kepala Desa Pekan Gedang dapat memberikan perhatian dan mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan kebersihan Pasar Gerabak. Mereka menginginkan adanya sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur, termasuk penentuan petugas kebersihan dan mekanisme pembuangan sampah agar tidak terus menumpuk.
Persoalan ini dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah setempat demi menjaga kebersihan lingkungan pasar yang setiap hari menjadi tempat aktivitas masyarakat dan para pedagang.
Hingga berita ini ditulis, Global Investigasi News belum memperoleh keterangan resmi dari Camat Batang Asai maupun Kepala Desa Pekan Gedang terkait langkah penanganan tumpukan sampah tersebut.
Liputan: Tim Global Investigasi News




