ACEH SINGKIL – 27 Juli 2026
Keheningan malam di Kabupaten Aceh Singkil pecah oleh kabar duka.
Dua orang pelajar muda, MY (20) dan GL (19), dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan lalu lintas maut yang terjadi di Jalan Lintas Singkil–Rimo, tepatnya di depan Pos Lantas Lama Polres Aceh Singkil, Desa Pulo Sarok, Kecamatan Singkil.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu malam (26/7/2026) sekira pukul 23.55 WIB.
Kecelakaan yang diduga kuat melibatkan aksi balap liar ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat. Kedua korban merupakan warga Desa Pulo Sarok, Jalan Bendes, yang masih mengenyam bangku pendidikan.
Informasi awal diterima oleh Kanit Intel Polsek Singkil melalui laporan masyarakat pada pukul 23.52 WIB. Personel piket bersama Kanit Intel segera meluncur ke lokasi dan tiba sekira pukul 00.01 WIB, Senin (27/7/2026). Saat petugas tiba, suasana sudah dipenuhi warga yang penasaran.
Terlihat dua unit sepeda motor dalam kondisi rusak parah, serta dua korban yang tergeletak tak bernyawa di pinggir jalan.
Salah satu saksi mata, H (41), menceritakan bahwa ia melihat kerumunan saat melintas dari arah Kampung Baru. Setelah berhenti mengecek, ia menemukan satu sepeda motor hancur dan seorang korban tergeletak. Ia pun segera menghubungi pihak kepolisian.
Kesaksian lebih detail datang dari F (18), seorang pelajar yang juga teman akrab korban. Ia menuturkan bahwa sebelum kejadian, dirinya bersama tujuh teman lainnya sedang berkumpul.
Mereka melihat MY mengendarai sepeda motor jenis “Star” milik F sendiri, yang dipinjam sekitar pukul 23.30 WIB.
“Dua menit kemudian, kami mendengar suara benturan keras dari arah depan Kantor PMI, dekat Pos Lantas Lama. Saat kami mendatangi sumber suara, MY sudah tergeletak di aliran got tepi jalan dekat rawa-rawa, sementara GL ditemukan di dekat badan aspal,” ujar F dengan nada sedih.
Kedua korban sempat dievakuasi ke Puskesmas Singkil, namun nyawa mereka tidak tertolong. Kondisi kedua sepeda motor yang terlibat, yaitu satu unit Honda Supra dan satu unit Yamaha Jupiter MX, keduanya tanpa nomor polisi, mengalami kerusakan sangat parah akibat hantaman keras.
Parahnya benturan juga menyebabkan luka serius pada tubuh korban MY.
Laporan lapangan menyebutkan bahwa salah satu kaki korban MY diduga putus akibat dampak tabrakan, dan hingga proses evakuasi selesai, bagian tubuh tersebut belum ditemukan.
Warga setempat bahkan sempat membantu melakukan pencarian di sekitar area kejadian yang gelap.
Unit Laka Lantas Sat Lantas Polres Aceh Singkil tiba di lokasi sekira pukul 00.45 WIB untuk mengambil alih penanganan.
Proses pengamanan TKP, evakuasi korban, dan penyitaan barang bukti berlangsung hingga pukul 00.50 WIB dalam keadaan terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan mendalam masih terus dilakukan oleh pihak berwenang untuk memastikan kronologi pasti.
Namun, indikasi kuat mengarah pada aktivitas balap liar yang marak dilakukan sebagian oknum pemuda di jalur tersebut.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat keras bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, tentang betapa bahayanya balap liar. Aksi ugal-ugalan di jalan raya tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merenggut nyawa dan masa depan yang seharusnya masih panjang.
Kepolisian Aceh Singkil diharapkan dapat menindak tegas pelaku balap liar untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.(*)



