SAROLANGUN – GLOBAL INVESTIGASI NEWS – Temenggung atau kepala komunitas Suku Anak Dalam (SAD) menyampaikan permintaan maaf kepada institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas peristiwa pencurian dan pengeroyokan terhadap anggota TNI yang sebelumnya terjadi di Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk penyesalan sekaligus upaya menjaga hubungan baik antara masyarakat Suku Anak Dalam dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sarolangun.
Dalam kesempatan itu, Temenggung SAD menyampaikan penyesalan atas kejadian yang telah berlangsung dan berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga tidak berkembang menjadi persoalan baru di tengah masyarakat.
Setelah penyampaian permintaan maaf, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi tepung tawar dan selamatan yang dihadiri Dandim 0420/Sarko beserta jajaran Kodim 0420/Sarko, Danyonif TP 896/Srimpon Pseko, Kapolres Sarolangun, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sarolangun.
Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Selain menjadi ungkapan rasa syukur, kegiatan itu juga dimanfaatkan sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah.
DANDIM APRESIASI SIKAP TEMENGGUNG SAD
Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Yakhya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han., mengapresiasi sikap Temenggung SAD yang menyampaikan permintaan maaf secara langsung.
Menurutnya, komunikasi dan penyelesaian secara kekeluargaan merupakan langkah positif dalam menjaga hubungan antara TNI dan masyarakat.
«“Kami menerima permintaan maaf ini dengan penuh ketulusan. Yang terpenting ke depan kita bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan hubungan yang baik. Mari kita jadikan kejadian ini sebagai pembelajaran untuk mempererat persaudaraan,” ujar Dandim.»
Dandim menegaskan, TNI akan terus membangun komunikasi dan pendekatan humanis kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat Suku Anak Dalam.
Pendekatan tersebut dinilai penting untuk membangun rasa saling menghormati, memperkuat kepercayaan, serta menciptakan situasi keamanan yang kondusif.
FORKOPIMDA AJAK SEMUA PIHAK JAGA KONDUSIVITAS
Sementara itu, Kapolres Sarolangun bersama unsur Forkopimda mengajak seluruh pihak untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta ditempuh sesuai mekanisme dan ketentuan hukum yang berlaku.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur serta harapan agar seluruh pihak diberikan keselamatan, kedamaian dan keberkahan.
Kegiatan tepung tawar dan selamatan tersebut menjadi momentum yang memperlihatkan semangat perdamaian, persaudaraan dan kebersamaan, sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat dan komunitas Suku Anak Dalam dalam menjaga keamanan serta ketenteraman di Kabupaten Sarolangun.
GLOBAL INVESTIGASI NEWS
Cepat – Akurat – Berimbang – Terpercaya
“Mengungkap Fakta, Menyuarakan Kebenaran.”
Sumber: Mcdim0420
Sepni Erdiana




