PULANG PISAU – GLOBAL INVESTIGASINEWS, 6 Oktober 2026.
Penataan ruang dan penghijauan di sejumlah ruas jalan Kabupaten Pulang Pisau kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, penanaman tanaman hias yang diduga baru dilakukan di kawasan Jalan Abel Gawey, Rey 2, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, dipertanyakan masyarakat.
Di lokasi tersebut terlihat adanya tanaman hias yang diduga baru ditanam pada area median/trotoar jalan. Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan resmi mengenai kegiatan tersebut, termasuk jenis pekerjaan, sumber anggaran, nilai anggaran, volume tanaman, maupun pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaannya.
Informasi di lapangan menyebutkan kegiatan tersebut berkaitan dengan penataan ruang pada Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau, khususnya bidang Tata Ruang yang dipimpin Anas Riady. Namun demikian, hal tersebut masih memerlukan konfirmasi resmi dari pihak Dinas PUPR.
Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah konsistensi program pemeliharaan tanaman di sejumlah ruas jalan lainnya.
Pasalnya, berdasarkan pemantauan lapangan, terdapat tanaman yang sebelumnya berada di sepanjang median jalan maupun kawasan trotoar dalam kondisi layu, mengering bahkan mati. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan apakah tanaman yang telah ditanam sebelumnya mendapatkan pemeliharaan secara rutin.
Sejumlah warga mempertanyakan apakah pemerintah daerah akan terus melakukan penanaman baru sementara tanaman yang sudah ada justru terlihat tidak terawat.
“Kalau tanaman yang lama saja banyak yang mati, kenapa dilakukan penanaman lagi
Masyarakat tentu ingin tahu anggarannya berapa dan bagaimana pemeliharaannya,” ujar warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Pertanyaan masyarakat bukan semata mengenai penanaman tanaman baru, tetapi juga menyangkut efektivitas penggunaan anggaran daerah. Apabila tanaman yang telah ditanam tidak dirawat hingga mati, maka perlu dijelaskan apakah terdapat anggaran pemeliharaan, siapa pelaksananya, serta bagaimana evaluasi terhadap kegiatan sebelumnya.
GLOBAL INVESTIGASINEWS juga mempertanyakan apakah penanaman tanaman hias di Jalan Abel Gawey tersebut merupakan pekerjaan baru, bagian dari paket pemeliharaan taman/median jalan, atau kegiatan lanjutan dari program penataan ruang yang telah dianggarkan sebelumnya.
Selain itu, publik berhak mengetahui dasar pelaksanaan pekerjaan, antara lain nama kegiatan, sumber dana, pagu anggaran, pelaksana pekerjaan, volume tanaman, spesifikasi tanaman, serta ketentuan pemeliharaan setelah tanaman ditanam.
Dinas PUPR Diminta Beri Penjelasan
Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau, khususnya Bidang Tata Ruang, perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul persepsi di tengah masyarakat mengenai penggunaan anggaran untuk penghijauan dan penataan jalan.
Konfirmasi juga diarahkan kepada Anas Riady selaku pejabat pada Bidang Tata Ruang terkait kegiatan penanaman di Jalan Abel Gawey tersebut.
Beberapa pertanyaan yang perlu dijelaskan antara lain:
Apakah benar penanaman tanaman hias di Jalan Abel Gawey Rey 2 merupakan kegiatan Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau?
Berapa nilai anggaran kegiatan tersebut dan bersumber dari APBD tahun anggaran berapa?
Apa nama paket atau kegiatan tersebut?
Siapa pelaksana pekerjaan dan berapa volume tanaman yang ditanam?
Apakah terdapat anggaran khusus untuk pemeliharaan tanaman setelah ditanam?
Siapa yang bertanggung jawab apabila tanaman tersebut mati?
Bagaimana evaluasi Dinas PUPR terhadap tanaman yang sebelumnya ditanam di median jalan dan trotoar yang kini terlihat mengering atau mati?
Apakah pemerintah daerah memiliki data mengenai jumlah tanaman yang mati dan biaya penggantiannya?
Hingga berita ini diturunkan, GLOBAL INVESTIGASINEWS masih menunggu penjelasan resmi dari Dinas PUPR Kabupaten Pulang Pisau, khususnya Bidang Tata Ruang, agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat berimbang dan tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.
Masyarakat pada akhirnya tidak hanya membutuhkan jalan yang terlihat tertata, tetapi juga memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan untuk penghijauan dan penataan ruang memberikan manfaat serta dirawat secara berkelanjutan.(Romi)







