Globalinvestigasi My id BANTAENG – Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng menggelar Sosialisasi Penyusunan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), Petunjuk Teknis Program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS), serta Penyaluran Pupuk Bersubsidi, di Sekretariat Kelompok Tani Parangbugisi, Kelurahan Lamalaka, Kecamatan Bantaeng, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan akurasi perencanaan kebutuhan sarana produksi sekaligus memberikan pemahaman kepada petani terkait mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi dan penerapan sistem pertanian modern berbasis teknologi, mekanisasi, serta pertanian presisi.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng dalam kegiatan tersebut diwakili oleh Kepala Bidang Penyuluhan Pertanian, Achmad Natsir, S.Sos., M.M. Turut hadir Lurah Lamalaka Dian Anugrahwati, S.Pd., Koordinator Penyuluh Kecamatan Bantaeng, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta pengurus dan anggota kelompok tani se-Kelurahan Lamalaka.
Dalam sambutannya, Achmad Natsir yang akrab disapa Acci, menegaskan pentingnya penyusunan RDKK secara tepat, akurat, dan berdasarkan kebutuhan riil petani.
Menurutnya, data RDKK yang valid menjadi salah satu fondasi penting agar penyaluran pupuk bersubsidi dapat berjalan tertib, tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok tani.
“Kehadiran kita di sini bukan sekadar rapat, tetapi memastikan petani mendapatkan haknya melalui RDKK yang jujur dan akurat. Di saat yang sama, kita mulai membuka wawasan menuju pertanian modern yang lebih efisien, produktif dan berdaya saing,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) merupakan bagian dari upaya mendorong transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan mekanisasi. Penerapannya diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi biaya, mempercepat proses budidaya, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Sementara itu, Lurah Lamalaka, Dian Anugrahwati, S.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng beserta jajaran penyuluh yang telah turun langsung memberikan pendampingan kepada kelompok tani.
Ia berharap para petani dapat mengikuti arahan teknis yang diberikan serta lebih disiplin dalam melengkapi dan memperbarui data kebutuhan kelompok tani.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai tata cara penyusunan RDKK, mekanisme dan ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi, serta konsep dan tahapan pelaksanaan PM-AAS.
Materi PM-AAS antara lain mencakup persiapan lahan, mekanisasi pengolahan tanah, penerapan teknologi dalam proses budidaya, pemupukan secara efektif, hingga pengelolaan dan pengembalian jerami sebagai bagian dari upaya menjaga kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Kegiatan berlangsung tertib, interaktif dan penuh antusias. Para peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kondisi serta kebutuhan yang dihadapi petani di wilayah Kelurahan Lamalaka.
Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bantaeng berharap penyusunan RDKK semakin akurat, distribusi pupuk bersubsidi semakin tepat sasaran, serta penerapan pertanian modern dapat mulai dioptimalkan oleh kelompok tani.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat produktivitas dan kesejahteraan petani sekaligus mendorong terwujudnya sektor pertanian Kabupaten Bantaeng yang modern, efisien, mandiri dan berkelanjutan.




