BATAHAN III 18/Agustus /2026
Global Investigasi News.my.id
Jauh di ujung Kecamatan Batahan, Desa Batahan III mungkin masih menghadapi berbagai keterbatasan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup sering terdampak banjir, sementara kondisi infrastruktur juga masih menjadi tantangan bagi masyarakat.
Namun, berbagai keterbatasan tersebut tidak sedikit pun memadamkan semangat warga dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Memasuki momentum kemerdekaan tahun ini, suasana Desa Batahan III justru tampak hidup. Dari jalur ke jalur, warga bersama pemerintah desa bergotong royong membenahi dan membersihkan lingkungan. Perubahan tersebut bahkan mulai terlihat sejak sekitar satu bulan terakhir.
Lingkungan yang sebelumnya tampak sederhana kini terlihat lebih bersih, rapi dan tertata. Semangat warga mempercantik desa menjadi bukti bahwa peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang kemeriahan perlombaan, tetapi juga tentang kebersamaan dan kepedulian terhadap kampung halaman.
Saat berkeliling melihat langsung suasana perayaan kemerdekaan, awak media memberikan apresiasi kepada Kepala Desa Batahan III beserta masyarakat yang secara bersama-sama berupaya menghadirkan suasana HUT RI di tengah berbagai keterbatasan.
Puncak kemeriahan digelar pada 18 Agustus 2026. Masyarakat secara swadaya mengumpulkan dana dan patungan untuk menghadirkan hiburan rakyat serta berbagai perlombaan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-81.
Beragam kegiatan disiapkan untuk semua kalangan. Mulai dari seni vokal dan lomba karaoke, hingga perlombaan anak-anak seperti makan kerupuk, lari goni, serta membawa kelereng menggunakan sendok.
Tak hanya anak-anak, remaja dan orang dewasa juga ikut ambil bagian. Salah satunya melalui lomba panjat pucang yang menjadi salah satu hiburan yang paling dinantikan masyarakat.
Tawa, sorak dan semangat warga pun mewarnai kegiatan. Anak-anak, orang tua hingga para pemuda terlihat larut dalam suasana kebersamaan.
Kepala Desa Batahan III, Rendi Septian, saat berbincang dengan awak media mengatakan bahwa kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan masyarakat setiap peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurutnya, seluruh kegiatan dapat terlaksana berkat dukungan dan kebersamaan masyarakat.
“Ini kegiatan rutin setiap HUT RI. Biayanya diperoleh dari masyarakat secara gotong royong dan patungan,” ujar Rendi Septian.
Dalam kesempatan tersebut, Rendi Septian juga menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Batahan III yang telah bekerja keras dan menjadi garda terdepan dalam memeriahkan HUT RI ke-81.
Ia menilai peran pemuda melalui Karang Taruna sangat penting dalam menggerakkan berbagai kegiatan, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan rangkaian acara kemerdekaan.
“Terima kasih dan apresiasi kepada Karang Taruna Desa Batahan III yang telah bekerja keras dan menjadi garda terdepan dalam memeriahkan HUT RI,” ungkapnya.
Semangat warga Batahan III menjadi gambaran bahwa kemerdekaan bukan hanya milik masyarakat yang berada di pusat kota atau wilayah yang memiliki fasilitas lengkap. Di pelosok desa sekalipun, semangat merah putih tetap berkibar dan dirayakan dengan penuh kebersamaan.
Bagi masyarakat Batahan III, kemeriahan HUT RI ke-81 bukan sekadar perlombaan dan hiburan. Di balik kesederhanaan itu terdapat semangat gotong royong, persaudaraan dan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan.
Dari ujung Kecamatan Batahan, semangat Indonesia tetap menyala. Keterbatasan boleh ada, tetapi semangat (MO)




