Karang Agung Ilir – Semangat kebersamaan dan gotong royong ditunjukkan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Brigade Pangan Rawa Berkah (BP-Rawa Berkah), Desa Majuria, Kecamatan Karang Agung Ilir.
Dengan mengandalkan dana pribadi, mereka bergotong royong melakukan peninggian tanggul sekunder sebagai upaya melindungi lahan pertanian dari ancaman masuknya air asin yang selama ini berdampak pada penurunan hasil panen.
Kegiatan swadaya tersebut dilakukan atas inisiatif Kepala Dusun, Mulyana, yang mengajak masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki tanggul di setiap kelompok tani.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan sektor pertanian sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kami ingin bisa sejajar dengan kelompok tani lainnya dari sisi penghasilan. Selama ini petani BP Rawa Berkah mengalami penurunan hasil panen akibat masuknya air asin.
Jika sebelumnya satu kapling mampu menghasilkan sekitar 135 karung gabah, kini hasilnya berkurang hingga sekitar separuhnya,” ujar Mulyana.
Meski harus mengeluarkan biaya dari kantong masing-masing, para petani tetap antusias mengikuti kegiatan gotong royong. Mereka menilai peninggian tanggul menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko masuknya air asin yang dapat merusak lahan persawahan.
Gagasan tersebut mendapat dukungan penuh dari Manajer BP Rawa Berkah, Aripin. Ia bersama para petani berhasil merealisasikan peninggian tanggul pada lima saluran sekunder yang menjadi prioritas.
Aripin berharap upaya swadaya masyarakat ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah.
Menurutnya, perbaikan tanggul utama yang setiap tahun mengalami kerusakan dan jebol memerlukan penanganan lebih serius karena berada di luar kemampuan masyarakat.
“Kami berharap Bupati dan Gubernur segera memberikan solusi melalui pembangunan dan perbaikan tanggul yang lebih permanen. Hampir setiap tahun tanggul jebol sehingga air asin masuk ke areal pertanian dan menyebabkan hasil panen petani terus menurun,” kata Aripin.
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat Desa Majuria menjadi bukti bahwa petani tidak tinggal diam menghadapi berbagai tantangan.
Namun demikian, mereka berharap kerja keras tersebut dapat diimbangi dengan dukungan pemerintah melalui pembangunan infrastruktur pertanian yang memadai agar produktivitas pertanian kembali meningkat dan kesejahteraan petani dapat terwujud.
Catatan: Berita ini telah disusun dengan gaya jurnalistik yang memuat unsur 5W+1H, bahasa yang berimbang, dan menonjolkan semangat swadaya masyarakat serta harapan kepada pemerintah. ***
Aripin



