MUARA ENIM — PERTAMINA, Puluhan warga Desa Pagar Dewa, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, menggelar aksi mendatangi kantor PT Pertamina EP pada Selasa (21/7/2026). Aksi tersebut dipicu oleh dugaan ketidakberpihakan perusahaan terhadap tenaga kerja lokal, khususnya untuk posisi tenaga kebersihan (office boy).
Warga menilai perusahaan lebih banyak merekrut pekerja dari luar wilayah dibandingkan masyarakat sekitar yang berada di ring satu operasional perusahaan. Kondisi ini memicu kekecewaan, mengingat keberadaan perusahaan diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga setempat.
Salah seorang warga yang ditemui di lokasi aksi menyampaikan bahwa tuntutan mereka sederhana, yakni meminta prioritaskan bagi tenaga kerja lokal. Ia menegaskan, aksi damai akan terus dilakukan apabila aspirasi tersebut tidak mendapat respons dari pihak perusahaan.
Kami hanya meminta keadilan. Jika tidak direspons, kami akan terus melakukan aksi damai,” ujarnya.
Sementara itu, pihak PT Pertamina EP melalui perwakilan humas saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menyatakan bahwa proses rekrutmen tenaga kerja telah dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Kami sudah menjalankan proses sesuai SOP perusahaan,” singkatnya.
Di sisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Pagar Dewa menjelaskan bahwa pemerintah desa hanya memiliki kewenangan sebatas memberikan surat rekomendasi bagi warga yang melamar pekerjaan.
Kami dari desa hanya bisa mengeluarkan surat rekomendasi. Untuk proses selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan pihak perusahaan,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau kondusif, meskipun warga menegaskan akan terus mengawal tuntutan mereka hingga mendapatkan kejelasan dari pihak perusahaan
GLOBAL INVESTIGASI ARI .





