Nias Sumut – Global – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias melakukan kunjungan investigasi terkait program revitalisasi, di Sekolah Dasar Negeri 076438 Hiligodu, Desa Hiligodu, Kecamatan Somolo- Molo, Kabupaten Nias, Sumatera Utara, Senin (19/10/2026).
Pada kunjungan investigasi yang dilakukan oleh LIRA kabupaten Nias, untuk memantau pelaksanaan program yang bersumber dari anggaran negara, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat mengenai kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Kunjungan investigasi dilakukan oleh Denius Gulo, dan Aroziduhu Gulo.
Kunjungan investigasi tersebut diterima langsung oleh kepala sekolah SDN 076438 Hiliotalua, Hatisama Lawolo, S.Pd. SD, dan Bendahara P2SP.
Mengawali pertemuan, pihak LIRA kabupaten Nias disampaikan oleh Denius Gulo mengatakan bahwa kunjungan investigasi yang dilakukan merupakan bagian dari pemantauan atau pengawasan terhadap pelaksanaan program, khususnya program revitalisasi yang menggunakan anggaran APBN.
Denius Gulo, menekankan bahwa LIRA hadir di tengah – tengah masyarakat untuk mengedukasi, artinya pentingnya pembangunan dan mengajak semua pihak mendukung program tersebut,”ujarnya.
Denius Gulo menerangkan bahwa fiskal daerah kita sedang tidak sehat, karena pemerintah pusat cukup signifikan melakukan pemangkasan anggaran untuk daerah. Tentu dengan adanya bantuan program revitalisasi membantu infrastruktur khususnya pembangunan sekolah, dan harapan kita bersama agar pelaksanaan program revitalisasi terlaksana dengan baik.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 076438 Hiligodu, Hatisama Lawolo, S.Pd. SD berterimakasih atas kunjungan investigasi yang dilakukan oleh LIRA Nias di sekolah kami terkait pelaksanaan program revitalisasi. Pihaknya, bersedia menyampaikan informasi yang akurat dan transparan terkait pelaksanaan program
revitalisasi.
Lebih lanjut kepala sekolah, Hatisama Lawolo menyampaikan bahwa anggaran program revitalisasi ini merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dan pagu anggarannya sebesar Rp. 1.390.930.729, APBN tahun 2026.
Kepala Sekolah, Hatisama Lawolo menyampaikan informasi kendala, kendalanya mengalami keterlambatan izin pembongkaran bangunan, sehingga sempat beberapa minggu tertunda mulainya pekerjaan, sehingga baru dimulai pekerjaan pertengahan bulan Agustus 2026.
Juga mengalami terjadinya kelangkaan semen, akibatkan harga naik.
Demikian halnya pembelian material pasir, terjadi dua kali pelangsiran baru sampai di lokasi sekolah, dan bertambah biaya pengangkutan,”jelas kepala sekolah Hatisama Lawolo.
Terus, Kepala Sekolah Hatisama Lawolo memaparkan sejumlah item pekerjaan, yakni ; 6 lokal ruang kelas rehabilitasi, dan 1 ruang administrasi rehabilitasi, 1 toilet siswa rehabilitasi. Penataan lingkungan sekolah, pembangunan parit, tembok penahan tanah (TPT), paving block. Pada pekerjaan tersebut, plafon PVC, lantai keramik, seng spandek, bajaringan, estalasi listrik, dan pengecatan dinding.
Papan yang digunakan untuk dinding, jenis kayu SIMALAMBUO tipe kelas satu,”jelas kepala sekolah Hatisama Lawolo, S.Pd. SD.
Selanjutnya kepala sekolah, Hatisama Lawolo berharap kepada pemerintah pusat agar program revitalisasi berlanjut. Ia sampaikan masih butuh bantuan program revitalisasi, untuk pembangunan gedung laboratorium, rumah dinas guru, ruang UKS, dan juga penataan halaman sekolah.
Ia juga berharap, pembangunan infrastruktur jalan akses menuju tempat sekolah, bahkan sampai ke kecamatan Somolo – Molo.
LIRA Nias, Aroziduhu Gulo mengapresiasi keterbukaan informasi publik kepala sekolah SDN 076438 Hiligodu.
Aroziduhu Gulo, menegaskan bahwa kehadiran LIRA Nias tidak melakukan tindakan mengintimidasi, atau merongrong, namun membangun hubungan mitra strategis, bagaimana pelaksanaan program revitalisasi terlaksana sesuai harapan.
Tim LIRA Nias, Aroziduhu Gulo membenarkan bahwa perjalanan menuju lokasi SD Negeri 076438 Hiligodu, kondisi jalannya pada rusak.
LIRA Nias, menyambung harapan masyarakat kepada pemerintah pusat agar mengucurkan dana desa untuk membangun infrastruktur jalan dari desa Lauri kecamatan Sogaeadu, menuju desa Hiligodu kecamatan Somolo, kabupaten Nias.
Menurut tim LIRA Nias Aroziduhu, dengan melihat langsung kondisi infrastruktur dari desa Lauri menuju desa Hiligodu jalannya sangat parah rusaknya, dan berakibat fatal pada pengendara sepeda motor, dan tiap harinya dilewati para guru, dan juga warga yang mau berbelanja.
Aroziduhu, berharap kepada pemerintah pusat tetap melanjutkan program Dana Desa (DD) agar pembangunan infrastruktur di desa – desa dapat terus berjalan dan menjangkau masyarakat yang selama ini mengahadapi keterbatasan akses.
Selama 10 tahun pelaksanaan Dana Desa, sudah banyak jalan di pedesaan yang mulai dibangun dan di tingkatkan kembali pengerasan. Namun, pembangunan tersebut masih perlu dilanjutkan ke tahap berikutnya, seperti pengaspalan jalan desa, agar akses masyarakat semakin baik,”ungkapnya.
Menurutnya, keberlanjutan Dana Desa sangat penting untuk mendorong pemerataan pembangunan, meningkatkan konektivitas antara desa, serta mengurangi keterisolasian wilayah yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Harapan ini bukan hanya milik warga desa Hiligodu, tapi juga masyarakat di berbagai daerah di Indonesia yang masih menantikan pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Dana Desa diharapkan tetap menjadi salah satu instrumen pembangunan yang mampu membantu membuka akses ke daerah-daerah yang masih terisolasi,”ujar Aroziduhu.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan jalan desa sehingga akses transportasi semakin lancar dan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata.
(Tim).







