Serang, — Global Investigasi News.com – Masyarakat Kampung Tegal Maja, Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung Kabupaten Serang Sabtu Sabtu (1/8/2026)
Masyarakat Tegal apresiasi terhadap pembangunan Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) yang saat ini tengah dibangun dan dikelola oleh Yayasan Bukit Nagamas Serang,”ujarnya
Menurut warga, kehadiran (TPBU) tidak hanya menjadi sarana pemakaman bagi masyarakat, tetapi juga mulai memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga di sekitar wilayah Tegal Maja Sampir, T Cikerai, hingga Waringinkurung,”
ujarnya
Warga Cikerai Miskak, mengatakan pihaknya mendukung penuh pembangunan TPBU karena dinilai memberikan nilai manfaat untuk masyarakat sekitar.
“Kami berterima kasih kepada pihak pengembang yang telah memberikan fasilitas kepada masyarakat. Semoga pembangunan TPBU sebagai tempat pemakaman Muslim dan non-Muslim yang sedang berjalan ini mendapat dukungan semua pihak karena manfaatnya dapat dirasakan oleh warga Tegal Maja,” ujar Miskak.
Menurut dia, sejak pembangunan dimulai, aktivitas ekonomi masyarakat sekitar mulai mengalami peningkatan. Kehadiran para pekerja proyek turut mendorong meningkatnya aktivitas perdagangan dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kawasan tersebut.
Hal senada disampaikan Ketua Forum Pemuda se-Desa Sampir, Judi. Ia berharap pembangunan TPBU dapat terus berlangsung dalam situasi yang aman dan kondusif sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin besar.
“Kami berharap kegiatan TPBU ini berjalan aman dan kondusif.
Dulu kawasan ini sepi dan aktivitas jual beli juga kurang ramai. Sekarang mulai ramai sehingga warga bisa merasakan dampaknya,”
jelasnya
Sementara itu, perwakilan pengembang TPBU, Cipto, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan para tokoh masyarakat, ketua RT/RW, pemuda, serta warga selama proses pembangunan berlangsung.
Pembangunan ini berjalan lancar. Warga juga dapat berkontribusi dan bekerja di sini,”kata Cipto
Cipto ,”mengatakan pada tahap pembangunan saat ini pihaknya memprioritaskan pemberdayaan tenaga kerja lokal. Selain itu, kebutuhan material proyek juga diupayakan dibeli dari toko bangunan milik warga sekitar guna memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Ia menambahkan, pengembang juga memberikan kompensasi kepada pemuda dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan proyek sebagai bentuk partisipasi dan pemberdayaan masyarakat setempat.
Ke depan, kawasan di bagian atas lokasi TPBU direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata. Pengelolaan kawasan tersebut diharapkan melibatkan masyarakat sekitar sehingga mampu menciptakan peluang usaha baru, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan warga,”tutupnya
(Ben/Him)



