SINUNUKAN, Madina 08/10/2026
Global Investigasi News.my.id
Kondisi ruas jalan Airapa–Bintungan Bejangkar menjadi sorotan masyarakat. Jalan yang lebarnya diperkirakan hanya sekitar 4 meter tersebut dibangun tanpa bahu jalan, sementara setiap hari harus melayani aktivitas kendaraan masyarakat dan angkutan hasil bumi, termasuk kendaraan berat jenis dump truck.
Kondisi jalan yang sempit tanpa bahu jalan menjadi persoalan ketika dua kendaraan harus berpapasan. Terlebih ketika salah satu kendaraan, khususnya truk, harus menepi atau berhenti. Pengemudi praktis tidak memiliki ruang bahu jalan yang aman untuk menghindari kendaraan dari arah berlawanan.
Lebih memprihatinkan, pada sejumlah titik tepi aspal mulai tergerus air. Material batu yang berada di bawah lapisan aspal hotmix mulai berserakan dan terbuka.
Tidak adanya konstruksi pengaman pada sisi jalan maupun bahu jalan membuat bagian tepi perkerasan terlihat rentan mengalami kerusakan.
Pertanyaan Besar: Mengapa Jalan Hotmix Dibangun Tanpa Bahu Jalan?
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat:
✓Apakah sejak awal pembangunan jalan Airapa–Bintungan Bejangkar memang direncanakan tanpa bahu jalan?
✓Kalau memang demikian, masyarakat tentu berhak mengetahui dasar perencanaan dan spesifikasi teknisnya.
Sebab, jalan tersebut bukan hanya digunakan sepeda motor atau kendaraan kecil. Jalur ini juga menjadi akses penting bagi ratusan kendaraan pengangkut hasil bumi, khususnya kelapa sawit.
Dengan intensitas kendaraan berat yang cukup tinggi, keberadaan bahu jalan dan sistem pengamanan tepi badan jalan tentu menjadi hal yang patut dipertanyakan dari aspek keselamatan dan ketahanan konstruksi.
Mayoritas Masyarakat Mengandalkan Sawit
Masyarakat Kecamatan Sinunukan dan Batahan sangat bergantung pada sektor perkebunan, terutama kelapa sawit.
Aktivitas pengangkutan hasil perkebunan setiap hari membutuhkan infrastruktur jalan yang memadai.
Karena itu, kondisi jalan yang hanya sekitar 4 meter dan tanpa bahu jalan dinilai perlu segera menjadi perhatian pemerintah daerah.
Jangan sampai jalan yang baru atau telah selesai dibangun justru cepat mengalami kerusakan karena bagian tepinya tidak terlindungi, sementara kendaraan berat terus melintas setiap hari.
PUPR Madina Diminta Beri Penjelasan
Masyarakat mempertanyakan kepada Dinas PUPR Kabupaten Mandailing Natal, khususnya:
Apakah jalan tersebut sejak awal memang didesain tanpa bahu jalan..?
Bagaimana perhitungan konstruksi menghadapi lalu lintas dump truck setiap hari?
Apakah kondisi jalan saat ini telah sesuai dengan spesifikasi pekerjaan? ini adalah dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit.
Jangan sampai masyarakat hanya mendapatkan jalan beraspal, tetapi tidak mendapatkan konstruksi jalan yang aman dan mampu bertahan menghadapi beban kendaraan yang melintas.
Masyarakat tidak sedang mempersoalkan pembangunan jalan. Sebaliknya, masyarakat berharap pembangunan infrastruktur benar-benar memberikan manfaat dan keselamatan bagi pengguna jalan.
Lebar Jalan ± 4 meter tanpa bahu jalan, ditambah tepi aspal mulai tergerus air dan material pondasi mulai berserakan, sudah semestinya menjadi perhatian serius sebelum kerusakan semakin meluas. (MO).







