Globalinvestigasi.com Lumajang,15 Agustus 2026– Keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Roudlotul Ulum sukses mengukir prestasi gemilang dalam perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Mengusung tema unik “Ngambon Djadoel”, madrasah ini tidak hanya memikat hati ratusan warga, tetapi juga berhasil menyabet dua penghargaan sekaligus sebagai Stan Bazar Terbaik and Kuliner Tradisional Terbaik pada Sabtu (15/08/2026).Kegiatan bazar kemerdekaan tingkat desa ini berlangsung sangat kompetitif karena diikuti oleh seluruh instansi pendidikan di Desa Jambekumbu mulai dari jenjang SD, MI, MTs, hingga MA. Tidak ketinggalan, partisipasi aktif stan bazar kreatif dari setiap Rukun Tangga (RT) di desa setempat juga turut meramaikan suasana Agustusan menjadi jauh lebih semarak.Di tengah sengitnya kreativitas antar-peserta, MI Roudlotul Ulum tampil totalitas memadukan semangat nasionalisme, pelestarian budaya kuno, dan edukasi kewirausahaan (entrepreneurship) sejak dini. Para siswa, guru, dan wali murid kompak mengenakan busana tradisional klasik, seperti pakaian lurik Jawa, kebaya lawasan, dan caping bambu. Nilai estetika budaya leluhur inilah yang mengantarkan mereka meraih predikat Stan Bazar Terbaik.Pelestarian Kuliner dan Konsep Ramah LingkunganTidak hanya unggul dari segi visual stan, madrasah ini juga sukses meraih penghargaan Kuliner Tradisional Terbaik lewat aneka jajanan lawas yang mereka jajakan, seperti cenil, lupis, gatot, tiwul, klepon, hingga wedang tradisional. Seluruh kuliner tersebut disajikan secara otentik menggunakan wadah klasik non-plastik, seperti takir daun pisang, bakul bambu, dan kendil tanah liat yang memperkuat atmosfer pedesaan tempo dulu.Kepala MI Roudlotul Ulum, Mohamad Saleh, S.Pd., menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas pencapaian ganda yang diraih oleh seluruh keluarga besar madrasah dalam momentum hari kemerdekaan ini.”Penghargaan ini adalah bonus dari kerja keras, kekompakan, dan gotong royong para guru, siswa, serta wali murid. Namun yang terpenting, melalui stan ‘Ngambon Djadoel’ ini anak-anak mendapatkan media pembelajaran sejarah dan ekonomi yang nyata. Mereka belajar berwirausaha sekaligus menghargai proses pembuatan kuliner warisan leluhur mereka sendiri,” ujar Mohamad Saleh, S.Pd. dengan bangga.Dalam kesempatan tersebut, Mohamad Saleh, S.Pd. juga menyampaikan harapan khusus kepada masyarakat sekitar. Pihak madrasah memohon kepada para orang tua yang putra-putrinya belum memasuki bangku sekolah agar mau memercayakan dan menyekolahkan anak-anak mereka ke MI Roudlotul Ulum guna mendapatkan pendidikan karakter yang nyata sejak dini.Keterbukaan Publik untuk Inovasi MadrasahDi sisi lain, perwakilan para guru MI Roudlotul Ulum juga memanfaatkan momen kemerdekaan ini untuk menyampaikan pesan terbuka kepada masyarakat luas. Mereka memohon dukungan penuh, serta membuka ruang bagi kritik dan saran yang membangun dari seluruh lapisan warga. Hal ini dinilai sangat penting agar MI Roudlotul Ulum dapat terus mengevaluasi diri, berbenah, dan berinovasi demi kemajuan serta masa depan sekolah yang lebih baik lagi.Lapak dagangan MI Roudlotul Ulum menjadi salah satu titik paling ramai dan terus diserbu warga Desa Jambekumbu yang ingin bernostalgia mencicipi cita rasa kuliner masa kecil di tengah suasana semarak kemerdekaan.Melalui prestasi dan sinergi erat antar-lembaga pendidikan serta lingkungan RT ini, MI Roudlotul Ulum berharap nilai kebersamaan, nasionalisme, dan kemandirian ekonomi warga desa dapat terus mengakar kuat. Seluruh rangkaian acara bazar kemerdekaan kemudian ditutup dengan doa bersama serta ramah tamah sebagai simbol rasa syukur dan kekompakan warga Desa Jambekumbu.(Had)



