Mandailing Natal 26/07/2026
Global Investigasi news.my.id
Kondisi infrastruktur Jalan Provinsi Sumatera Utara di Kabupaten Mandailing Natal kembali menjadi sorotan. Ruas Jembatan Merah–Muarasoma hingga kawasan Sitinjak–Aekinumon dilaporkan mengalami kerusakan parah yang berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan dan kelancaran arus transportasi.
Kritik keras datang dari Syahren Hasibuan, yang dikenal masyarakat dengan julukan “DPR Jalanan”. Ia mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani kerusakan infrastruktur yang hingga kini dinilai belum mendapatkan solusi permanen.
“Rasa prihatin dan penuh tanda tanya muncul di tengah masyarakat. Seakan pemerintah belum benar-benar serius menangani persoalan infrastruktur dari Jembatan Merah hingga Natal. Padahal jalur ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat,” ungkap Syahren.
Pantauan dan laporan masyarakat menunjukkan lubang-lubang besar menganga di sepanjang badan jalan. Kondisi tersebut memaksa kendaraan dari dua arah melintas secara bergantian untuk mencari sisi jalan yang masih dapat dilalui. Saat hujan turun, situasi semakin berbahaya karena genangan air menutupi lubang sehingga pengendara tidak dapat memperkirakan kedalamannya.
Akibatnya, kendaraan roda dua maupun roda empat kerap mengalami kesulitan melintas. Bahkan, beberapa kendaraan dilaporkan terperosok akibat amblesnya badan jalan.
Seorang pengguna jalan yang dihubungi pada Minggu (26/7/2026) mengaku kondisi tersebut hampir terjadi setiap hari.
“Bukan sekali dua kali kendaraan terperosok di sini. Hampir setiap hari ada saja yang kesulitan melintas. Kami berharap pemerintah segera turun tangan sebelum memakan korban yang lebih besar,” ujarnya.
Kerusakan jalan juga memicu kemacetan panjang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebuah mobil yang terperosok di ruas Sitinjak–Aekinumon pada Minggu (26/7/2026) menyebabkan arus lalu lintas lumpuh selama sekitar dua jam. Kendaraan dari kedua arah mengular hingga proses evakuasi selesai dilakukan.
Masyarakat menilai kondisi tersebut tidak lagi sekadar persoalan kenyamanan, tetapi telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pengguna jalan sekaligus menghambat aktivitas ekonomi warga. Jalur Jembatan Merah–Muarasoma merupakan akses strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal, sehingga kerusakan berkepanjangan dinilai membawa dampak luas terhadap distribusi barang, jasa, dan mobilitas masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui instansi terkait segera melakukan perbaikan secara menyeluruh, bukan hanya tambal sulam yang dinilai tidak mampu bertahan dalam jangka panjang. Menurut mereka, masyarakat membutuhkan jalan yang aman, layak, dan dapat dilalui tanpa rasa khawatir setiap hari.
Hingga berita ini ditulis, lubang-lubang besar masih menghiasi badan Jalan Provinsi di kawasan Jembatan Merah Muarasoma,
Kemacetan, kendaraan yang terperosok, serta keluhan masyarakat terus berulang, menjadi potret nyata infrastruktur yang belum kunjung mendapatkan penanganan tuntas (MO).



