REMBANG || Global Investigasi News.my id. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Rembang menggelar pembinaan menyasar seluruh guru Pendidikan Jasmana Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Pembinaan digelar selama 3 hari, mulai Selasa (18/8/2026) sampai Kamis (20/8/2026). Pada Selasa kemarin, pembinaan menyasar seluruh guru PJOK Sekolah Dasar (SD) wilayah Rembang barat, yang digelar di Kecamatan Sumber.
Sedangkan Rabu (19/8) pembinaan guru olahraga bagian timur, yang digelar di gedung Pusat Kegiatan Guru (PKG) Kecamatan Lasem.
Sedangkan Kamis (20/8) besuk, rencananya pembinaan khusus guru PJOK seluruh SMP yang akan digelar di Kantor Dindikpora Rembang.
Kepala Dindikpora Rembang, Achmad Shoelcan menyatakan, pembinaan ini sedikit banyak juga ada kaitannya dengan kejadian di SMPN 2 Rembang, di mana siswa meninggal dunia setelah mengikuti pelajaran olahraga.
Namun, pembinaan guru juga sudah menjadi agenda rutin Dindikpora Rembang. Pembinaan kali ini, kata Shoelcan, menyasar aspek kesadaran hukum dan keselamatan siswa.
Menurutnya, guru PJOK termasuk yang paling memiliki resiko besar dalam pembelajaran dibandingkan yang lainnya.
“Guru PJOK memiliki resiko lebih besar dibandingkan dengan guru lainnya karena ada praktik di luar lapangan. Kejadian selama ini memungkinkan adanya resiko yang harus disadari oleh guru PJOK,” jelas Shoelcan.
Lantaran ada kaitannya dengan resiko hukum, maka Dindikpora menggandeng Polres Rembang, dalam hal ini KBO Satreskrim, Iptu Widodo EP, sebagai narasumber.
Widodo menyampaikan pemahaman prespektif hukum atas pelaksanaan praktik profesi, dalam hal ini guru PJOK.
“Sebenarnya, tanpa adanya kejadian di SMPN 2 Rembang, hal seperti ini harus kita antisipasi lebih awal. Pemahaman guru PJOK bervariasi sehingga setelah insiden di SMPN 2 Rembang, pembinaan ini penting untuk dilakukan, murid sehat, guru aman,” ujar Shoelcan.
Ia menegaskan, prosedur tetap keselamatan siswa sebelum pelaksanaan materi PJOK di lapangan harus menjadi perhatian khusus.
Termasuk pengecekan fisik atau kesehatan siswa dan juga sarana yang digunakan untuk mengoptimalkan aspek keselamatan.
Guru PJOK SDN Banohan Kecamatan Sarang, Lela Ayu Renanti mengatakan, pembinaan seperti ini penting diberikan.
Sebab, guru harus diberikan pemahaman aktual tentang mitigasi keselamatan siswa dalam menjalankan praktik olahraga.
Ia mengatakan, aspek keselamatan dalam praktik pembelajaran saat ini juga harus menjadi titik fokus guru.
Ada Beberapa prosedur dasar yang sudah dilakukan adalah terkait dengan identifikasi dini siswa yang sakit sebelum olahraga dilaksanakan.
“Guru PJOK resiko besar sekali. Biasanya kami lakukukan prosedur identifikasi sebelum olahraga seperti kita cek ada yang sakit atau tidak, dan dilakukan pemanasan bersama untuk meminimalisir cedera,” tandasnya. ( Istanta GIN Rembang )




