BANDUNG – Buana Indonesia menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda dan masyarakat usia dewasa.

Ketua Umum,,Buana Indonesia, Andrie Priatna Buana, menyampaikan bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten melalui edukasi, sosialisasi, dan penguatan kesadaran masyarakat.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset penting bangsa yang harus mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika, psikotropika, obat-obatan terlarang, maupun zat berbahaya lainnya.
“Buana Indonesia siap melanjutkan kolaborasi bersama BNN dalam memberikan edukasi kepada generasi muda dan masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini agar anak-anak muda tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” ujar Andrie Priatna Buana.
Ia menilai persoalan narkoba tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penindakan. Upaya pencegahan melalui pendidikan dan penyadaran masyarakat juga memiliki peran strategis untuk memutus potensi penyalahgunaan sejak dari lingkungan keluarga, sekolah, komunitas pemuda, hingga masyarakat.
Andrie menegaskan, Buana Indonesia ingin mengambil bagian sebagai organisasi yang berada di garis depan dalam gerakan pencegahan, dengan mengedepankan edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Garda terdepan yang kami maksud adalah garda pencegahan, bukan penindakan. Kami ingin masyarakat memahami bahaya narkoba sebelum persoalannya menjadi lebih besar,” tegasnya.
Menurutnya, penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan dampak berantai terhadap kehidupan sosial. Tidak hanya merusak masa depan individu, tetapi juga berpotensi memicu persoalan keluarga, pendidikan, kesehatan, produktivitas, hingga gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Karena itu, Buana Indonesia mendorong agar sosialisasi bahaya narkoba dikemas secara komunikatif dan dekat dengan dunia anak muda. Edukasi tidak cukup hanya berupa imbauan, tetapi perlu menghadirkan ruang dialog, pemahaman mengenai risiko, serta kegiatan positif yang dapat menjadi alternatif bagi generasi muda.
Kolaborasi dengan BNN diharapkan dapat terus dikembangkan melalui kegiatan edukasi yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya pemuda dan kelompok usia dewasa yang rentan terhadap berbagai bentuk penyalahgunaan zat terlarang.
Buana Indonesia juga mengajak keluarga, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap pasif terhadap persoalan narkoba.
“Menyelamatkan generasi muda bukan hanya tugas pemerintah atau BNN. Ini tanggung jawab kita bersama. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara berkelanjutan,” pungkas Andrie.
Dengan semangat kolaborasi tersebut, Buana Indonesia menargetkan penguatan kesadaran masyarakat agar semakin berani menolak narkoba dan membangun lingkungan yang sehat, produktif, serta memberikan ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk berkembang secara positif.
Redaksi .”



