Globalinvestigasi BANTAENG — Kabupaten Bantaeng mulai menarik perhatian industri perfilman nasional. Hal ini ditandai dengan kunjungan tim rumah produksi film layar lebar PT Khanza Film Entertainment yang diterima langsung oleh Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, di Rumah Jabatan Bupati Bantaeng, Kamis (15/10/2026).
Direktur Khanza Film Entertainment, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan melakukan survei lokasi atau location scouting untuk mencari sejumlah tempat yang berpotensi menjadi latar pengambilan gambar film yang akan diproduksi.
Menurutnya, Kabupaten Bantaeng memiliki beragam potensi destinasi wisata dan keindahan alam yang menarik untuk diangkat ke layar lebar. Pihaknya berencana mengeksplorasi sejumlah destinasi wisata unggulan serta lokasi potensial lainnya yang sesuai dengan kebutuhan visual dan alur cerita film.
Agus juga menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bantaeng terhadap rencana kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, kami disambut dengan sangat baik oleh Bapak Bupati Bantaeng dan mendapat dukungan. Terima kasih. Semoga kami dari PH Khanza Film juga bisa berkolaborasi untuk memajukan destinasi wisata di Bantaeng,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menyambut positif kunjungan Khanza Film Entertainment. Ia menyatakan bahwa pemerintah daerah terbuka terhadap berbagai inisiatif industri kreatif yang berpotensi memperkenalkan daerah sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata.
“Alhamdulillah, Bantaeng mulai dilirik perfilman nasional. Ini sangat bermanfaat karena secara tidak langsung bisa memperkenalkan Kabupaten Bantaeng secara nasional. Apalagi, potensi wisata kita memang tidak kalah dari daerah lain,” ujar Bupati.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kolaborasi antara industri perfilman dan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam memperkenalkan potensi daerah melalui karya audiovisual.
Jika rencana produksi film tersebut berlanjut, keindahan alam dan destinasi wisata Bantaeng berpeluang menjadi bagian dari cerita yang dinikmati penonton lebih luas.
Selain memperkuat promosi pariwisata, kegiatan perfilman juga berpotensi membuka peluang keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha lokal, bergantung pada kebutuhan produksi dan bentuk kerja sama yang disepakati.(*)







