Tidak pernah terpikir Anwar Usman dan Rocky Gerung akhirnya berada dalam satu lembaga dan posisi yang sama: anggota Wantimpres.
Rocky dikenal sebagai pengkritik keras kekuasaan. Sementara Anwar Usman tidak dapat dilepaskan dari kontroversi Putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023 yang membuka jalan bagi pencalonan Gibran sebagai wakil presiden.
Kini Prabowo mengangkat Anwar Usman sebagai penasihatnya, sementara Gibran menjadi wakil presidennya.
Apakah ini sekadar pilihan figur, atau dapat dibaca sebagai semacam “ucapan terima kasih” politik? Kita tidak bisa memastikan motifnya. Namun dalam politik, jabatan bukan hanya soal posisi, tetapi juga pesan kekuasaan.
Dan sejarah memang penuh ironi: Rocky Gerung akhirnya duduk satu meja dengan “Paman Usman”.




