Nias Sumut- Global -Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias lakukan kunjungan investigasi terkait program revitalisasi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Ulugawo, Kecamatan Ulugawo, Kabupaten Nias, Sumut, Rabu (16/9/2026).
Pada kunjungan tersebut, di lakukan oleh tim terdiri dari Denius Gulo, dan Aroziduhu Gulo.
Pada kunjungan investigasi yang dilakukan oleh tim LIRA kabupaten Nias, diterima langsung oleh kepala sekolah SMP Negeri 2 Emerson Bu’ulolo, S.Pd, serta para guru.
Lebih awal pihak DPD LIRA kabupaten Nias, Denius Gulo menyampaikan bahwa kunjungan investigasi ini dilakukan bagian dari pemantauan dan pengawasan masyarakat, khususnya yang bersumber dari anggaran negara.
LIRA hadir untuk mengedukasi masyarakat agar memahami pentingnya pembangunan, dan mengajak agar semua pihak mendukung program revitalisasi ini,”ujar Denius.
Sementara kepala sekolah SMP Negeri 2 Ulugawo, Emerson Bu’ulolo, S.Pd merespon dengan menyambut baik kunjungan DPD LIRA, dan pihaknya siap memberikan informasi yang akurat terkait pelaksanaan program revitalisasi secara transparan.
Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa anggaran program revitalisasi bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, dengan pagu anggaran sebesar Rp.1.100.421.000.
Menurut ketentuan, pelaksanaan pekerjaan dimulai bulan Juni, namun ada beberapa kendala sehingga baru di mulai pekerjaan awal bulan Juni, dan target selesai 120 kalender,”jelas kasek Emerson Bu’ulolo.
Selanjutnya kepala sekolah Emerson Bu’ulolo memaparkan sejumlah item pekerjaan yang masuk dalam program revitalisasi tersebut. Diantaranya ada 4 (empat) ruang kelas, 1 (satu) ruang administrasi dengan rehab sedang, dan 1 (satu) 1 (satu) unit toilet bangunan baru. Pada rehabilitas tersebut, seng diganti dengan spandek, lantai diganti dengan keramik, dan juga plafon diganti dengan baru.
Ia menambahkan bahwa selama berlangsungnya proses pekerjaan, mengalami beberapa kendala, karena jalan tidak bagus pada rusak mengalami hambatan mengangkut bahan material bangunan, dan ditambah dengan curah hujan. Namun kami pihak sekolah, dan turut serta P2SP berkolaborasi untuk menyelesaikan pekerjaan revitalisasi tersebut, sehingga progres pekerjaan sampai saat ini mencapai 60 persen.
Ia berharap kepada pemerintah pusat, dan juga dukungan pemerintah daerah, karena SMP Negeri 2 Ulugawo masih butuh pembangunan ruang UKS, laboratorium IPA, rumah dinas guru. Karena tenaga guru tempat tinggalnya jauh, ada dari kota Gunungsitoli, jarak tempuhnya lumayan jauh.
Dimomen kunjungan investigasi tersebut, pihak guru menyampaikan keluhannya, agar jalan di Ulugawo segera dibangun. Keluhannya, dengan melewati jalan ini setiap hari, jalannya cukup menantang, rusak total dan apalagi saat menurun takutnya rem blong, jalan rusaknya capai 5 (lima) kilometer, berharap kiranya pemerintah pusat memberikan perhatian serius untuk jalan yang ada diwilayah kecamatan Ulugawo.
Tambah seorang guru mewakili rekannya, setiap melewati jalan yang rusak ini apalagi saat menurun khawatir mengalami kecelakaan karena kondisi jalan licin saat hujan,”imbuhnya dengan penuh harap.
Bertepatan, kepala sekolah SDN 076704 Fahandona, Sozanolo Nduru, S.Pd juga menyampaikan keluhan yang sama, berharap jalan kami di kecamatan Ulugawo segera dibangun, terus kami guru-guru ini dan juga masyarakat yang melewati jalan ini setiap hari, ada kecemasan mengancam keselamatan pengendara sepeda motor, semoga keluhan kami ini dapat terealisasi secepatnya.
Ia juga menyampaikan bahwa menerima program revitalisasi, namun sampai saat ini belum dikerjakan karena mengalami keterlambatan izin pembongkaran bangunan. Pada program revitalisasi di sekolahnya hanya rehabilitas, ada dua ruang kelas, dan harapannya dalam waktu dekat sudah mulai dikerjakan,”ucap harap Kasek Sozanolo Ndruru.
Ditempat terpisah, aktivis DPD LIRA Nias, Aroziduhu Gulo di Sekretariat Jalan Maduma Hiliweto Gido, mengatakan bahwa LIRA telah melakukan kunjungan investigasi di SMP Negeri 2 Ulugawo.
Aroziduhu, membenarkan jalan di Ulugawo cukup menantang dan parah rusaknya, dan mengancam keselamatan warga terutama pengendara sepeda motor.
Ia berharap kepada pemerintah pusat pulihkan fiskal daerah, daerah tidak bisa berbuat apa-apa karena keterbatasan anggaran APBD, dengan pemangkasan anggaran untuk daerah sehingga tak mampu membangun jalan yang ada di wilayah desanya.
Menurutnya, Aroziduhu mengatakan bahwa Nias sangat butuh pembangunan infrastruktur jalan sebagai akses memudahkan warga menjual produk lokalnya.
Sebaiknya pemerintah pusat, mengembalikan anggaran Dana Desa. Sejak sepuluh tahun terakhir, Dana Desa yang telah terbangun, namun perlu ada peningkatan mutu. Bila terus ditiadakan Dana Desa (DD), maka yang terjadi kemunduran, menghambat pertumbuhan ekonomi masyarakat, kembali seperti dulu setiap memasarkan produk lokalnya dengan mengangkut dengan kepala dan bahu.
LIRA Nias, berharap kepada pemerintah pusat pulihkan fiskal daerah, lanjutkan program Dana Desa (DD).
(Tim).




