SRAGI, Lampung Selatan — Global Investigasi News Pro, 12 September 2026 — Suara kekecewaan warga Desa Kuala Sekampung, khususnya Dusun Sukarandeg Dua, kini meledak menjadi tuntutan terbuka. Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan dari Fraksi PDIP, Taman, secara keras diminta masyarakat untuk meletakkan jabatannya.
Alasan yang dikemukakan sungguh memalukan dan mempertanyakan eksistensi seorang wakil rakyat.
Sudah dua periode menjabat, jalan rusak sepanjang 300 meter yang berada tepat di depan rumahnya sendiri, tak pernah terpikir untuk diperbaiki.
“Itu memang fakta dan realita yang masyarakat sesalkan. Dua periode, jalan cuma 300 meter di depan rumahnya saja tak terpikir untuk memperbaiki.
Itu kan kebangetan! Sudahlah, lebih baik mundur aja, jadi tukang ngarit rumput buat pakan sapi!” ujar warga dengan nada kesal yang tak bisa lagi ditahan.
Tim Global Investigasi News Pro menelusuri laporan warga yang mengungkapkan kecurigaan mendalam atas sikap Anggota Dewan Taman yang terus menghindar:
“Banyak warga melihat sendiri. Ternyata Pak Dewan Taman ana nang omah. Barusan lewat bocahe gawa Fortuner item,” ungkap warga lainnya dengan logat Jawa yang kental.
Kenyataan ini justru memperparah kemarahan warga. Beliau tidak sedang berada di luar negeri, tidak pula sibuk urusan negara yang mendesak — beliau ada di rumah. Namun ketika rakyat membutuhkan, beliau memilih untuk menyembunyikan diri.
“Pak Dewan Taman nyumput terus, gak mau menampakkan diri ke publik. Kenapa ya?” tanya warga sekitar dengan nada penuh keraguan.
Ini bukan kasus jalan rusak di pelosok hutan yang sulit dijangkau. Bukan pula proyek kompleks yang butuh miliaran dan proses bertahun-tahun.
Ini adalah 300 meter jalan — tepat di depan rumah Anggota Dewan sendiri, yang beliau lewati setiap hari berangkat dan pulang.
Selama dua periode — bertahun-tahun — tak ada satu pun langkah nyata untuk perbaikan.
“Ini bukan soal dana. Ini soal hati. Kalau yang di depan mata sendiri saja diabaikan, bagaimana mungkin beliau memperjuangkan aspirasi kami yang lain?
Dua periode itu bukan dua hari. Itu cukup waktu untuk membangun jalan jauh lebih panjang dari itu berkali-kali lipat. Tapi tak ada apa-apa,” analisis warga.
“Kami tak mimpi-mimpi minta gedung mewah. Cuma jalan yang bisa dilewati tanpa ban kendaraan sering pecah, tanpa warga terperosok saat hujan. Itu pun tak didapat.
Kalau memang tak sanggup, mundur saja. Jangan duduk di kursi dewan kalau cuma diam dan tak peduli,” tegas warga.
Hingga laporan ini disusun, Anggota Dewan Taman belum memberikan tanggapan apapun terhadap keluhan warga.
Sikap diam dan menghindar ini justru semakin memperkuat anggapan masyarakat bahwa beliau telah melupakan siapa yang memilihnya dan untuk apa beliau duduk di dewan.
“Jangan cuma muncul saat musim kampanye. Saat butuh suara, datang ke rumah-rumah, janji ini-itu. Sekarang kami butuh, beliau malah nyumput.
Kalau memang merasa tak bisa berbuat apa-apa untuk rakyatnya, lebih baik mundur saja. Biar yang lain yang mau berjuang,” tutup warga dengan tegas.
Redaksi : Global Investigasi News Pro
Lokasi: Dusun Sukarandeg Dua, Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Kabupaten Lampung Selatan
Narasumber: Warga Masyarakat
Nama & Fraksi: Taman — Anggota DPRD Lampung Selatan, Fraksi PDIP
Penulis : Sholeh & Didi




