REMBANG || Global Investigasi News.my.id. Pemerintah Kabupaten Rembang mengalokasikan Anggaran Perbaikan Untuk 12 Sekolah Melalui APBD Perubahan 2025
Oknum yang disebut-sebut terlibat berasal dari partai politik, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga pihak yang mengatasnamakan penguasa.
Pada kesempatan itu Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Muhammad Rofi’i, menegaskan program revitalisasi SD merupakan bantuan murni dari kementerian. Penentuan sekolah penerima juga telah melalui proses verifikasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang.
Karena itu, ia meminta proyek tersebut steril dari intervensi maupun tekanan pihak luar.
“Sebetulnya ya tidak boleh ada campur tangan dari oknum apa saja. Karena revitalisasi ini bantuan murni
dari kementerian yang sudah diverifikasi dari Dinas Pendidikan,” tegas Rofi’i, Selasa (25/8/2026).
Rofi’i juga menyayangkan jika benar terdapat pihak yang melakukan intimidasi atau meminta jatah dalam proyek tersebut. Namun, hingga kini Kepala Dindikpora Rembang belum menyampaikan laporan resmi mengenai dugaan praktik tersebut.
“Kalau memang itu benar, saya sangat menyayangkan. Dan juga Pak Kadin (Kepala Dinas) juga tidak pernah laporan tentang itu,” ujarnya.
Komisi IV DPRD Kabupaten Rembang juga mengingatkan Dindikpora dan pihak sekolah agar tidak tunduk terhadap tekanan pihak mana pun. Proyek revitalisasi diminta tetap dikerjakan secara swakelola dan tidak dialihkan kepada pihak ketiga.
“Saya mengimbau supaya dinas pendidikan tidak usah memberikan jatah kepada oknum siapa saja dan jangan takut intervensi dari pihak mana pun,” kata Rofi’i.
Menurut Rofii pekerjaan revitalisasi juga tidak boleh diborongkan seluruhnya kepada pihak lain. Hal itu dikhawatirkan berdampak pada kualitas fisik bangunan sekolah.
Untuk memastikan dugaan tersebut, Komisi IV DPRD Rembang akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi proyek revitalisasi. Sidak dilakukan untuk mengecek kondisi di lapangan sekaligus menelusuri pihak yang diduga meminta jatah proyek.
“Komisi IV akan sidak di lokasi dan akan menanyakan kebenarannya, oknum siapa yang coba-coba minta jatah,” pungkas Rofi’i. ( Istanta GIN Rembang )




