KABUPATEN BANDUNG – Semangat religius yang berpadu dengan budaya gotong royong kembali ditunjukkan masyarakat RW 05 Desa Bojong Mas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Al-Ghifari Bandung, warga menggelar kerja bakti membersihkan area Makam Wakaf pada Minggu (26/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut melibatkan warga, tokoh masyarakat, pengurus RW, serta mahasiswa KKN Universitas Al-Ghifari Bandung. Seluruh peserta bergotong royong membersihkan kawasan pemakaman sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus penghormatan kepada para pendahulu yang dimakamkan di tanah wakaf tersebut.
Berbagai pekerjaan dilakukan secara bersama-sama, mulai dari memangkas rumput liar, membersihkan semak belukar, mengangkut sampah, hingga merapikan akses jalan menuju area pemakaman. Suasana kebersamaan yang tercipta mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang masih terpelihara di tengah kehidupan masyarakat.
Selain memiliki nilai sosial, kegiatan ini juga sarat dengan makna religius. Menjaga kebersihan makam wakaf dipandang sebagai bagian dari penghormatan kepada leluhur sekaligus bentuk menjaga amanah atas aset wakaf yang memiliki nilai ibadah dan kemaslahatan bagi umat.
Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Al-Ghifari Bandung menjadi wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi bersama warga, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja KKN, tetapi juga turut memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Tokoh masyarakat RW 05, Ikin, didampingi Ketua RW 05, mengatakan bahwa kegiatan kerja bakti ini menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk kawasan pemakaman yang merupakan bagian dari warisan sosial dan keagamaan masyarakat.
«”Melalui kebersamaan seperti ini, kami berharap budaya gotong royong terus terpelihara. Menjaga kebersihan makam bukan hanya tanggung jawab bersama, tetapi juga bentuk penghormatan kepada para pendahulu serta bagian dari nilai ibadah yang harus terus dijaga,” ujarnya.»
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan harmonis. Sinergi antara warga dan mahasiswa KKN juga diharapkan menjadi contoh positif dalam memperkuat kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta pelestarian nilai-nilai religius di tengah masyarakat.
Kerja bakti tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat Desa Bojong Mas dalam menjaga fasilitas umum dan aset keagamaan. Kolaborasi lintas elemen ini diharapkan mampu menginspirasi lingkungan lain untuk terus menumbuhkan budaya saling peduli demi mewujudkan masyarakat yang rukun, religius, dan berkarakter.
Redaksi



