SINGKIL – 25 Juli 2026
Tuntutan puluhan warga Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, terkait ketinggian talud pada proyek peningkatan ruas jalan akhirnya menemukan titik temu. Setelah sebelumnya melakukan aksi protes di lokasi proyek pada Kamis (23/7/2026), perwakilan masyarakat berhasil bertemu langsung dengan Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, SH, di Pendopo Bupati, Jumat (24/7/2026) sekira pukul, 20:15 WIB.
Pertemuan yang dijadwalkan ulang pasca kesibukan jadwal dinas tersebut dihadiri pula oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Singkil, H. Abd Ali Karya, serta jajaran perangkat desa termasuk Kepala Desa Ujung Bawang, anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPKam) terpilih, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda.
Kemelut bermula saat warga menolak rencana pemasangan talud setinggi 100 senti meter didepan rumah penduduk, yang dinilai akan menyulitkan akses keluar-masuk rumah mereka.
Ketegangan sempat memuncak di lapangan ketika warga mengerumuni kontraktor dan konsultan pengawas, hingga diredam oleh Sekretaris Desa setempat (Risid Hidayad) melalui negosiasi awal.
Merasa belum ada kepastian, warga kemudian bergerak menuju Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.
Dalam pertemuan malam itu, Bupati Safriadi Oyon mendengarkan keluhan warga dengan penuh empati.
Meski tuntutan awal warga agar tinggi talud diturunkan drastis menjadi 30-50 sentimeter tidak dapat dipenuhi sepenuhnya karena pertimbangan teknis struktur jalan, dialog yang intensif menghasilkan sebuah kompromi.
Berdasarkan hasil mediasi, disepakati bahwa tinggi talud akan diturunkan sekitar 15 sentimeter dari perencanaan awal (dari 100 cm menjadi 85 cm). Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan aspek teknis keamanan jalan serta kebutuhan aksesibilitas warga.
“Sesungguhnya kami berharap penurunan bisa lebih signifikan, yakni 30-50 sentimeter.
Namun, setelah berdiskusi dan melihat keterbatasan teknis yang dijelaskan oleh Dinas PUPR, kami menerima kesepakatan penurunan sekitar 15 sentimeter sebagai bentuk itikad baik pemerintah dalam merespons keluhan kami,” ujar salah satu sumber kredibel yang hadir dalam pertemuan tersebut kepada media.
Sumber tersebut juga mengungkapkan apresiasi atas keterbukaan Bupati Safriadi Oyon yang bersedia meluangkan waktu di malam hari usai shalat Isya untuk menemui perwakilan warga.
“Kami disambut dengan baik oleh Bapak Bupati dan Plt Dinas PUPR.
Ini menunjukkan bahwa pemimpin kita mau mendengar rintihan rakyat kecil,” tambahnya.
Dengan tercapainya kesepakatan ini, ketegangan di lokasi proyek diharapkan dapat segera berakhir dan pekerjaan dapat berlanjut dengan lebih kondusif.
Langkah mediasi yang dilakukan Pemkab Aceh Singkil ini menjadi contoh positif bagaimana pemerintah daerah responsif terhadap aspirasi masyarakat, meskipun harus melalui proses dialektika yang dinamis.
Warga Ujung Bawang kini berharap implementasi teknis di lapangan sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai, sehingga fungsi jalan sebagai infrastruktur publik dapat berjalan optimal tanpa mengorbankan kenyamanan hunian warga setempat.(*)



