ACEH SINGKIL – 21 Juli 2026
Nilai-nilai kearifan lokal kembali menjadi jembatan perekat hubungan antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum di Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam sebuah acara yang sarat makna dan kehangatan, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil menggelar prosesi Peusijuek (tepung tawar) sebagai bentuk penyambutan resmi terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Singkil yang baru, Syahron Hasibuan, S.H., M.H., di Pendopo Bupati, Selasa (21/7/2026).
Acara ramah tamah ini tidak sekadar seremonial administratif, melainkan refleksi dari filosofi masyarakat Aceh Singkil yang menjunjung tinggi adat istiadat dalam setiap pergantian kepemimpinan.
Hadir langsung Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Penjabat Sekretaris Daerah H. Edy Widodo, S.K.M., M.Kes., para kepala SKPK, pimpinan instansi vertikal, serta para camat.
Prosesi Peusijuek yang dipimpin oleh tokoh adat setempat menjadi puncak dari rangkaian acara.
Siraman air bunga dan taburan beras kuning merupakan simbol doa agar Kajari yang baru senantiasa diberikan keselamatan, ketenangan hati, dan kelancaran dalam menjalankan amanah hukum di “Bumi Syekh Abdurrauf As-Singkili”.
Dalam sambutannya, Bupati Safriadi Oyon menekankan bahwa kehadiran Kajari Syahron Hasibuan bukan hanya tentang rotasi jabatan, tetapi tentang memperkuat kemitraan strategis.
“Hari ini kita tidak sekadar menyambut seorang pejabat yang mengemban amanah baru, tetapi juga menyambut seorang sahabat yang insya Allah akan berjalan bersama dalam mengawal pembangunan, menegakkan supremasi hukum, menjaga stabilitas daerah, serta menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Aceh Singkil,” ujar Bupati dengan nada penuh harap.
Bupati juga tak lupa menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kajari sebelumnya, Muhammad Junaidi, S.H., M.H., atas dedikasi dan kerja sama yang telah terjalin selama masa baktinya.
Salam hormat dan doa kebaikan turut dikirimkan untuk pengabdian beliau di tempat tugas yang baru.
Merespons sambutan hangat tersebut, Kajari Aceh Singkil, Syahron Hasibuan, menyatakan rasa terima kasihnya atas penerimaan yang begitu inklusif dan berbudaya.
Ia melihat Peusijuek ini sebagai momentum awal untuk membangun kepercayaan publik.
“Terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan penuh kekeluargaan.
Saya berharap sinergi yang telah terbangun antara Kejaksaan Negeri, Pemerintah Kabupaten, Forkopimda, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus diperkuat demi terciptanya kepastian hukum, keamanan, serta percepatan pembangunan di Kabupaten Aceh Singkil,” ungkap Syahron Hasibuan.
Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan tugas dengan pendekatan yang profesional namun tetap humanis, sejalan dengan nilai-nilai kebersamaan yang ditunjukkan melalui tradisi Peusijuek.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan ramah tamah, yang semakin mempererat tali silaturahmi antara eksekutif, yudikatif, dan elemen masyarakat lainnya.
Melalui pendekatan budaya ini, Pemkab Aceh Singkil berharap dapat menciptakan ekosistem penegakan hukum yang tidak hanya tegas, tetapi juga dekat dengan hati rakyat, guna mewujudkan daerah yang aman, tertib, dan berkeadilan.(*)
Htb





