ACEH SINGKIL – Wajah penegakan hukum di tingkat daerah mengalami penyegaran makna. Di halaman Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH), Jumat (09/10/2026), Bupati Aceh Singkil H. Safriadi Oyon, SH, secara resmi membuka Pelatihan Baris-Berbaris (PBB) bagi 262 personel gabungan.
Dalam amanatnya, Bupati tidak hanya menuntut kedisiplinan fisik, tetapi juga kematangan mental dan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat.
Bupati Safriadi menegaskan bahwa Satpol PP dan WH bukan sekadar alat pemaksa, melainkan garda terdepan pemerintah daerah yang bertugas menjaga ketertiban umum, menegakkan Peraturan Daerah (Perda) dan Qanun, serta memberikan rasa aman bagi warga.
“Profesionalisme tidak hanya diukur dari kekuatan fisik, tetapi juga dari sikap dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Setiap personel harus memiliki disiplin tinggi dan mental yang kuat,” tegas Bupati di hadapan para peserta apel.
Menyoroti dinamika operasional di lapangan, Bupati mengingatkan pentingnya soliditas tim.
Ia menekankan bahwa keberhasilan penegakan aturan sangat bergantung pada koordinasi yang erat dan kesatuan komando, bukan aksi individualistik.
“Satpol PP dan WH harus solid, kompak, dan satu komando. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Keberhasilan tugas ditentukan oleh koordinasi dan kekuatan tim,” ujarnya.
Pesan kunci yang disampaikan Bupati adalah keseimbangan antara ketegasan dan empati. Ia menginstruksikan agar setiap tindakan penegakan hukum dilakukan secara terukur dan bertanggung jawab, tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
“Ketegasan bukan berarti kekerasan. Hadirlah sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, dengan tindakan yang tepat, terukur, dan bertanggung jawab,” tambah Safriadi Oyon.
Plt. Kepala Satpol PP dan WH Aceh Singkil, Afrijal, SE, melaporkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membentuk karakter personel yang tangguh.
Selama tiga hari ke depan, 262 personel pria dan wanita akan digembleng oleh instruktur berpengalaman dari unsur TNI dan Polri.
Fokus latihan meliputi peningkatan disiplin, kekompakan barisan, ketahanan mental, dan kesiapsiagaan operasional.
Apel pembukaan tersebut turut dihadiri oleh Danramil 02 Singkil, Kapolsek Singkil, serta jajaran pimpinan SKPK terkait, yang menunjukkan dukungan penuh lintas sektor terhadap reformasi birokrasi dan penegakan hukum di tingkat akar rumput.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Aceh Singkil berharap dapat melahirkan aparatur sipil yang tidak hanya disiplin secara prosedural, tetapi juga cerdas secara emosional.
Tujuannya jelas: menciptakan Kabupaten Aceh Singkil yang aman, tertib, dan kondusif, di mana hukum ditegakkan dengan wibawa, namun rakyat tetap merasa dilindungi.(*)
(Redaksi)







