Nias Sumut -Global – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Nias melakukan kunjungan investigasi terkait pelaksanaan program revitalisasi di SDN 078475 Toba’a, Kecamatan Bawolato, Kabupaten Nias, Sabtu (19/9/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau pelaksanaan program yang bersumber dari anggaran negara sekaligus menyerap aspirasi masyarakat mengenai kondisi infrastruktur di wilayah tersebut.
Kunjungan investigasi tersebut dilakukan oleh tim DPD LIRA Kabupaten Nias yang terdiri dari Denius Gulo, Aroziduhu Gulo, dan Elisafat Telaumbanua. Tim diterima langsung oleh Kepala Sekolah Anotoisa Ndruru, A.Ma.Pd., bersama P2SP dan sejumlah guru.
Dalam kesempatan itu, Denius Gulo menyampaikan bahwa kunjungan investigasi merupakan bagian dari pemantauan dan pengawasan masyarakat terhadap pelaksanaan pembangunan, khususnya program yang menggunakan anggaran negara.
Denius Gulo mengatakan bahwa LIRA hadir untuk mengedukasi masyarakat pentingnya pembangunan dan mengajak semua pihak mendukung program revitalisasi ini,”ujarnya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 078475 Toba’a, Anotoisa Ndruru, A.Ma.Pd menyambut baik kunjungan DPD LIRA kabupaten. Ia menyatakan pihaknya siap memberikan informasi yang akurat dan transparan terkait pelaksanaan program revitalisasi.
Ia menekankan lagi bahwa pelaksanaan program revitalisasi ini, kami laksanakan sebaik-baiknya, karena sebentar lagi saya akan pensiun, dan tentunya memberikan yang terbaik untuk sekolah ini.
Kasek Anotoisa Ndruru menyampaikan bahwa anggaran program revitalisasi ini bersumber dari APBN Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dan pagi anggarannya sebesar Rp. 998.941.055.
Kasek Anotoisa Ndruru menjelaskan bahwa menurut ketentuan dimulai akhir bulan Juni, namun baru dimulai pertengahan Agustus, karena mengalami keterlambatan izin pembongkaran. Dengan target penyelesaian selama 150 hari kalender,”jelasnya.
Ia memaparkan sejumlah item pekerjaan yang masuk dalam program revitalisasi tersebut. Pekerjaan meliputi, yakni ; 5 RKB, 1 ruang perpustakaan, 1 toilet dengan rehabilitas sisipan, yang mana rusak itu yang diganti. Plafon diganti dengan PVC, lantai diganti dengan keramik. Dan termasuk pagar sekolah yang baru dibangun.
Selanjutnya kepala sekolah Anotoisa Ndruru berharap kepada pemerintah pusat ada kelanjutan program revitalisasi, pihaknya masih butuh 1 ruang kelas bangunan baru, kantor guru, kantin sekolah rumah dinas guru butuh delapan bangunan, dan kelanjutan pagar sekolah, dan anggaran untuk penataan pekarangan sekolah.
Selain itu, berharap jalan kami dibangun dengan aspal, juga kehadiran penerangan seperti PLN masuk desa.
Ia menjelaskan progres pekerjaan pembangunan program revitalisasi mencapai 35 persen.
Juga kepala sekolah Anotoisa Ndruru menyampaikan jumlah tenaga guru ada 8 orang sudah termasuk kepala sekolah. Sedangkan jumlah siswanya ada 29 orang siswa.
Senada kepala desa Balale Toba’a, Danieli Lafau berharap ada pembangunan jalan aspal didesanya. Ia mengatakan pernah Menteri Desa Republik Indonesia menginjakkan kaki di didesanya melihat langsung kondisi jalan nya, namun sampai saat ini belum disentuh oleh program pembangunan infrastruktur jalan, termasuk PLN masuk desa, kami sudah lama merindukan pembangunan infrastruktur jalan,”harapnya.
Ditemui di Sekretariat DPD LIRA Nias, aktivis DPD LIRA kabupaten Nias, Aroziduhu Gulo, membenarkan pihaknya telah melakukan kunjungan investigasi ke SDN 078475 Toba’a.
Aroziduhu aktivis LIRA juga menyoroti kondisi jalan di wilayah kecamatan Bawolato yang menurutnya aku parah dan menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan dengan akses para guru pada saat melakukan kegiatan mengajar, terutama di diwilayah desa Toba’a.
Dia berharap pemerintah pusat memberi keperhatian terhadap kondisi fiskal daerah sehingga pemerintah daerah memiliki kemampuan anggaran yang memadai untuk menangani kebutuhan infrastruktur.
Menurutnya, daerah tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran APBD. Dengan adanya pemangkasan anggaran baik untuk daerah, kemampuan daerah untuk membangun jalan menjadi terbatas,”ucap Aroziduhu.
Menurutnya lagi, pembangunan infrastruktur jalan sangat dibutuhkan masyarakat Nias, terutama sebagai akses untuk mempermudah masyarakat membawa dan menjual sebagai produk lokal.
Ia berharap pemerintah pusat mempertimbangkan keberlanjutan Dana Desa (DD) sebagai salah satu instrumen pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Indonesia.
Sejak sepuluh tahun terakhir, banyak pembangunan yang telah dilakukan melalui Dana Desa, meskipun tentu masih perlu peningkatan mutu. Jika dana desa terus ditiadakan, di khawatirkan dapat menghambat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat,”ujarnya.
Aroziduhu mencontohkan, keterbatasan akses jalan dapat menyulitkan masyarakat dalam memasarkan hasil produk lokal. Karena itu, menurutnya, pembangunan khusus dan dukungan anggaran Desa perlu menjadi perhatian.
LIRA Nias berharap pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap kondisi fiskal daerah serta melanjutkan program Dana Desa guna mendukung pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan.
(Tim).




