BANDUNG, JAWA BARAT — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Buahbatu bersama Kantor Urusan Agama (KUA), pemerintah kecamatan, BUANA Indonesia, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat menggelar sarasehan lintas sektor di Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Sabtu (19/9/2026).

Kegiatan bertema “Upaya Preventif Ideologi LGBT dan Narkotika” itu membahas edukasi, pencegahan, komunikasi keluarga, pendampingan, dan penguatan peran masyarakat dalam membangun ketahanan keluarga serta mencegah penyalahgunaan narkotika.
Ketua MUI Kecamatan Buahbatu, Dr. H. Iyad Suryadi, MM., mengatakan pencegahan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dari keluarga dan lingkungan masyarakat.
«“Gerakan Bersinar harus nyata. Pencegahan harus dimulai sejak dini, terutama melalui keluarga dan lingkungan masyarakat,” tegas Iyad.»
Ia menilai penanganan narkotika membutuhkan kolaborasi keluarga, lembaga pendidikan, tokoh agama, pemerintah, pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat.
Pimpinan DPRD Kota Bandung Paparkan Regulasi
Sarasehan menghadirkan Dr. H. Edwin Senjaya, SE., MM., Pimpinan DPRD Kota Bandung, sebagai narasumber. Edwin memaparkan kebijakan pemerintah daerah serta Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 3 dan Nomor 4 Tahun 2026 sesuai ruang lingkup pembahasan.
Isu LGBT dibahas dalam konteks regulasi, edukasi, ketertiban sosial, dan pencegahan. Forum juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan sosial.
Sementara itu, AKBP (Purn.) H. Agus Gustiaman menyampaikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang.
MUI Kecamatan Buahbatu dan BUANA Indonesia mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap persoalan narkotika melalui edukasi sejak dini, komunikasi orang tua dan anak, serta pendampingan bagi pihak yang membutuhkan.
Buahbatu Bersinar Menjadi Gerakan Bersama
Camat Buahbatu, Dra. Hj. Sri Kurniasih, M.Si., menyambut kolaborasi lintas sektor tersebut.
«“Alhamdulillah, kolaborasi ini menghadirkan semua elemen masyarakat. Mudah-mudahan Kecamatan Buahbatu menjadi kecamatan Bersinar, bersih dari narkoba, dan kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini secara resmi kami buka,” ujarnya.»
Selain narkotika, forum membahas pergaulan bebas dan perilaku seksual berisiko dari perspektif edukasi serta ketahanan keluarga.
Maya Soemantri, S.Spsi., psikolog dan konsultan, menekankan pentingnya edukasi yang tepat, proporsional, dan berkelanjutan dengan melibatkan keluarga serta lingkungan sosial.
Sarasehan menyimpulkan bahwa pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui komunikasi keluarga, pendampingan, dan penguatan lingkungan sosial. MUI Kecamatan Buahbatu menilai Gerakan Bersinar harus didukung pengetahuan, kepedulian, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
REDAKSI




