BANDA ACEH – 18 September 2026
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, S.H., terus menunjukkan komitmen nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah.
Dalam kunjungan kerjanya ke Banda Aceh beberapa waktu lalu, Bupati didampingi Asisten I Setdakab, Junaidi, S.STP., M.Si., meninjau langsung kondisi Asrama Pelajar Putra Kabupaten Aceh Singkil di kawasan Belower.
Peninjauan ini bertujuan memastikan kenyamanan dan kelayakan huni bagi para pelajar serta mahasiswa Aceh Singkil yang sedang menempuh pendidikan di ibu kota provinsi. Bupati Safriadi menegaskan bahwa asrama bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian integral dari ekosistem pendidikan yang wajib mendapat perhatian serius pemerintah.
“Tempat tinggal anak-anak kita saat menimba ilmu harus nyaman. Ini merupakan tanggung jawab moral pemerintah daerah untuk memberikan dukungan terbaik,” ujar Safriadi.
Menindaklanjuti hasil tinjauan tersebut, Pemkab Aceh Singkil telah mengalokasikan anggaran untuk rehabilitasi dan pembenahan fasilitas asrama pada Tahun Anggaran 2027. Langkah ini diambil untuk menjamin lingkungan belajar yang kondusif bagi generasi muda daerah.
Selain fokus pada kesejahteraan mahasiswa di luar daerah, Bupati juga melakukan terobosan strategis untuk infrastruktur pendidikan di dalam negeri. Pada 9 September 2026, usai melakukan audiensi dengan Direktur Jenderal PAUD dan Dikdasmen Kemendikbud, Gogot Suharwoto, di Jakarta, Bupati menyampaikan kabar gembira terkait usulan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Aceh Singkil.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Kementerian Pendidikan. Sebagai tindak lanjut, Pemkab Aceh Singkil diminta segera mematangkan persiapan lahan di kawasan Makodim 0109/Aceh Singkil.
“Alhamdulillah, kami mendapat sambutan baik. Pembangunan SNT akan kami tindaklanjuti segera sebagai upaya memperluas akses dan meningkatkan mutu pendidikan lokal,” tegas Bupati.
Melalui dua langkah strategis ini pembenahan asrama mahasiswa dan percepatan pembangunan SNT, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil berupaya menciptakan siklus pendidikan yang berkelanjutan.
Dari kenyamanan tempat tinggal hingga ketersediaan fasilitas belajar bertaraf nasional, semua ditujukan agar putra-putri “Negeri Batuah” dapat tumbuh, berprestasi, dan kelak berkontribusi maksimal bagi kemajuan daerah.(*)
(Sumber: Diskominfo Aceh Singkil)




