PULANG PISAU – GLOBAL INVESTIGASINEWS, 28 Agustus 2026 – Penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat kembali menjadi sorotan. Kali ini, sejumlah warga Desa Kiapak, Kecamatan Bahaur Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, mempertanyakan dugaan tidak disalurkannya bantuan beras serta bantuan sosial melalui Program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) kepada warga yang sebelumnya tercatat sebagai penerima.

Warga menduga terdapat masyarakat yang sebelumnya mendapatkan bantuan, namun pada penyaluran berikutnya tidak lagi menerima bantuan tanpa mengetahui secara jelas alasan perubahan status penerima.
“Sebelumnya kami pernah mendapatkan bantuan, tetapi selanjutnya tidak mendapatkan lagi. Kami tidak tahu apa alasannya dan bagaimana data penerimanya ditentukan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Sorotan warga tersebut mengarah pada perlunya transparansi mengenai data penerima bantuan, mekanisme penyaluran, serta pihak yang bertanggung jawab dalam proses distribusi bantuan di tingkat desa.
Program Kartu Huma Betang Sejahtera merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang mencakup sektor pangan, sosial dan ekonomi. Di Kabupaten Pulang Pisau, program tersebut dilaporkan telah menjangkau ribuan keluarga penerima manfaat. Bantuan tahap awal antara lain berupa paket bahan pangan dan bantuan tunai, dengan penyaluran melalui Bulog dan Bank Kalteng.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah menekankan pentingnya bantuan diberikan secara tepat sasaran. Karena itu, apabila ada warga yang sebelumnya menerima bantuan kemudian tidak lagi mendapatkan bantuan, masyarakat berhak mengetahui apakah perubahan tersebut disebabkan oleh pemutakhiran data, perubahan status ekonomi, kuota penerima, atau alasan administratif lainnya.
Persoalan juga menjadi penting apabila benar terdapat beras bantuan yang diperuntukkan bagi masyarakat penerima manfaat tetapi tidak disalurkan kepada warga yang berhak.
Diduga Kepala Desa Kiapak Tajudinor Perlu Berikan Klarifikasi.
Dugaan tersebut kini menjadi pertanyaan publik terhadap Pemerintah Desa Kiapak, khususnya Kepala Desa Kiapak, Tajudinor.
Masyarakat berharap pemerintah desa dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai:
Berapa jumlah warga Desa Kiapak yang terdaftar sebagai penerima bantuan beras?
Berapa jumlah penerima Program Kartu Huma Betang Sejahtera?
Siapa saja yang ditetapkan sebagai penerima?
Apakah terdapat perubahan atau penghapusan nama penerima?
Apa dasar perubahan data penerima?
Berapa jumlah beras yang diterima untuk Desa Kiapak?
Kapan bantuan tersebut diterima oleh pemerintah desa?
Apakah seluruh bantuan telah diserahkan kepada masyarakat penerima?
Jika ada bantuan yang belum disalurkan, di mana keberadaannya dan apa alasannya?
Apakah terdapat berita acara atau daftar tanda terima penyaluran bantuan?
Pertanyaan tersebut penting untuk memastikan tidak terjadi kesalahan penyaluran maupun penyalahgunaan bantuan yang seharusnya diterima masyarakat kurang mampu.
Warga Minta Pemerintah Turun Tangan
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui instansi terkait dapat melakukan pengecekan langsung terhadap data penerima dan realisasi penyaluran bantuan di Desa Kiapak.
Masyarakat juga meminta agar proses verifikasi dilakukan secara transparan dengan membandingkan data penerima, jumlah bantuan yang diterima desa, serta bukti penyaluran kepada masyarakat.
Jika ditemukan adanya ketidaksesuaian antara jumlah bantuan yang diterima dengan jumlah bantuan yang disalurkan kepada masyarakat, warga berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini disusun, konfirmasi dari Kepala Desa Kiapak Tajudinor terkait dugaan tersebut masih diperlukan untuk memperoleh penjelasan mengenai mekanisme penyaluran bantuan, data penerima, serta alasan adanya warga yang mengaku sebelumnya menerima bantuan tetapi kemudian tidak lagi mendapatkannya.
Berita ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Kepala Desa Kiapak, Pemerintah Kecamatan Bahaur Kuala, Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau, maupun pihak terkait lainnya.(Romi)




