BANDUNG, JAWA BARAT — Tokoh pendidikan sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Bandung, H. Asep Ikhsan, SE., S.Pd., MM., mengingatkan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun kualitas bangsa. Peran tersebut tidak hanya terlihat dalam ruang publik, tetapi dimulai dari lingkungan paling fundamental, yakni keluarga.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Bandung itu menilai, perempuan memiliki posisi penting dalam membentuk pola pikir, karakter, pendidikan, dan masa depan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
Menurut Asep, kemajuan sebuah bangsa tidak cukup hanya dibangun melalui pembangunan ekonomi dan infrastruktur. Kekuatan bangsa juga sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang tumbuh dari keluarga, terutama melalui proses pendidikan dan keteladanan yang diberikan sejak dini.
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun bangsa. Dari keluarga, perempuan ikut membentuk pola pikir, karakter, dan masa depan anak-anak kita,” ujar Asep Ikhsan saat bersama awak media, Jumat (28/8/2026).
Ia menegaskan, penguatan peran perempuan merupakan bagian dari pembangunan peradaban. Perempuan harus mendapatkan kesempatan untuk terus maju, berpendidikan, berkarya, serta mengambil bagian dalam pembangunan di tengah masyarakat.
Asep juga mengajak kaum perempuan untuk tidak ragu mengambil peran sesuai kemampuan dan bidangnya masing-masing. Baik sebagai ibu dalam keluarga, pendidik, pelaku usaha, profesional, maupun sebagai bagian dari kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
Kartini dan Inspirasi Perempuan Indonesia
Dalam pandangannya, sejarah Indonesia telah mencatat banyak perempuan yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan bangsa. Salah satu sosok yang patut menjadi inspirasi adalah R.A. Kartini, yang dikenal melalui perjuangannya dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kesetaraan bagi perempuan.
Semangat Kartini, kata Asep, tidak seharusnya hanya dikenang sebagai bagian dari sejarah, tetapi perlu diteruskan melalui tindakan nyata perempuan masa kini.
“Perjuangan perempuan terdahulu harus menjadi inspirasi bagi generasi sekarang. Perempuan harus terus belajar, berkembang, berkarya, dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat,” katanya.
Menurut Asep, perempuan yang berdaya dan berpendidikan akan memberikan pengaruh besar terhadap kualitas generasi yang dibesarkannya. Karena itu, pendidikan perempuan pada hakikatnya juga merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
Perempuan dan Tantangan Indonesia Emas
Menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta persaingan global yang semakin terbuka, Asep berpandangan bahwa Indonesia membutuhkan generasi muda yang cerdas sekaligus memiliki karakter kuat.
Untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas, seluruh elemen bangsa harus mengambil bagian, termasuk perempuan.
“Untuk menghadapi persaingan global dan merebut Indonesia Emas, tentunya kita membutuhkan peran perempuan-perempuan hebat. Perempuan memiliki kekuatan besar dalam mendidik dan mencerdaskan anak-anak bangsa,” tegasnya.
Ia berharap perempuan semakin percaya diri dalam mengambil peran strategis di tengah masyarakat. Kemajuan perempuan, menurutnya, bukan hanya tentang kesetaraan kesempatan, tetapi juga tentang kemampuan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Asep menilai, keluarga merupakan sekolah pertama bagi seorang anak. Dari lingkungan keluarga, nilai-nilai pendidikan, disiplin, tanggung jawab, keteladanan, dan kecintaan terhadap bangsa mulai ditanamkan.
Karena itu, menurutnya, membangun bangsa sejatinya juga dimulai dengan memperkuat keluarga dan memberikan ruang yang luas bagi perempuan untuk berkembang.
“Perempuan bukan hanya bagian dari pembangunan. Perempuan adalah salah satu kekuatan penting yang ikut menentukan seperti apa wajah bangsa kita di masa depan,” pungkas Asep Ikhsan.”
REDAKSI.




