HALMAHERA SELATAN — Kelapa Tiga FC Kusuhijrah akhirnya keluar sebagai juara pertama pada Turnamen Sepak Bola Indari Cup I Tahun 2026 setelah berhasil mengalahkan tim Angkatan Dua-Dua Tacecer melalui drama adu penalti dengan skor akhir 6-4.
Pertandingan final yang berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026, tersebut berjalan sengit, menarik dan sportif. Kedua kesebelasan sama-sama menunjukkan permainan terbaik mereka sejak awal pertandingan. Jual beli serangan terjadi di sepanjang laga, dengan kedua tim berusaha keras menciptakan peluang untuk mencetak gol.
Hingga pertandingan memasuki waktu normal, kedua tim bermain sama kuat. Kelapa Tiga FC Kusuhijrah dan Angkatan Dua-Dua Tacecer masing-masing berhasil mencetak satu gol sehingga skor berakhir 1-1.
Karena skor tetap imbang hingga waktu pertandingan berakhir, penentuan juara akhirnya harus dilakukan melalui adu tendangan penalti. Dalam situasi penuh tekanan tersebut, para pemain Kelapa Tiga FC Kusuhijrah tampil lebih tenang dan mampu menjalankan tugas mereka dengan baik.
Drama adu penalti akhirnya dimenangkan Kelapa Tiga FC Kusuhijrah dengan skor 6-4. Hasil tersebut sekaligus memastikan Kelapa Tiga FC Kusuhijrah menjadi juara pertama Indari Cup I dan berhak mengangkat trofi turnamen sebagai tanda keberhasilan mereka menaklukkan seluruh perjalanan kompetisi.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan bagi para pemain, manajemen dan masyarakat pendukung Kelapa Tiga FC Kusuhijrah. Perjalanan panjang sejak fase grup hingga babak final akhirnya terbayar dengan keberhasilan membawa pulang trofi juara.
Manager Kelapa Tiga FC Kusuhijrah, Gio, mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian yang diraih anak asuhnya.
“Saya selaku manager, atas nama tim Kelapa Tiga, sangat bersyukur dan merasa bangga karena bisa mengangkat trofi di Turnamen Indari Cup I ini. Ini menunjukkan bahwa anak-anak kami sangat kuat dan luar biasa permainannya, mulai dari fase grup hingga masuk ke final dan akhirnya mendapatkan juara satu,” ujar Gio.
Menurut Gio, keberhasilan tersebut bukanlah hasil yang diperoleh secara mudah. Para pemain Kelapa Tiga FC harus melalui setiap pertandingan dengan perjuangan, kekompakan dan semangat yang tinggi hingga akhirnya mampu mencapai partai puncak.
Ia mengaku terharu karena sebelumnya tidak menyangka timnya dapat menjadi juara dan mengangkat trofi Indari Cup I.
“Ini satu kebanggaan bagi saya selaku manager. Saya bangga kepada seluruh pemain Kelapa Tiga FC. Saya juga merasa terharu karena tidak menyangka kami akan mengangkat trofi ini. Awalnya terasa seperti sesuatu yang mustahil, tetapi hari ini menjadi kenyataan. Luar biasa tim dan pemain saya,” katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada anak asuhnya, Gio juga memberikan penghormatan kepada tim Angkatan Dua-Dua Tacecer yang menurutnya telah memberikan perlawanan luar biasa sepanjang pertandingan final.
“Saya juga salut kepada pemain Angkatan Dua-Dua Tacecer karena mereka punya permainan yang sangat bagus dan luar biasa. Mereka mampu membobol gawang kami dan memberikan perlawanan sampai pertandingan berakhir. Ini menunjukkan bahwa mereka adalah tim yang kuat,” ungkapnya.
Gio juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia Turnamen Indari Cup I. Menurutnya, panitia telah menjalankan pertandingan dengan baik dan menjunjung tinggi nilai sportivitas selama turnamen berlangsung.
“Kami juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia Turnamen Indari Cup I. Selama pertandingan berlangsung, panitia sangat sportif kepada semua pemain hingga memasuki babak final. Luar biasa kerja panitia,” tambah Gio.
Sementara itu, Kapten Kelapa Tiga FC Kusuhijrah, Carlos, turut menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh rekan satu tim yang telah berjuang keras sejak fase grup hingga berhasil mencapai partai final.
Menurut Carlos, keberhasilan mengangkat trofi Indari Cup I merupakan buah dari kerja keras, kekompakan dan semangat seluruh pemain.
“Saya juga sangat bangga kepada teman-teman pemain Kelapa Tiga FC Kusuhijrah karena telah berjuang keras mulai dari fase grup hingga babak final. Kami akhirnya membuktikan bahwa trofi ini bisa kami angkat karena berhasil meraih juara satu,” ujar Carlos.
Carlos berharap keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh pemain Kelapa Tiga FC Kusuhijrah untuk terus meningkatkan kemampuan dan menjaga kekompakan tim pada turnamen-turnamen berikutnya.
“Semoga ke depannya pemain Kelapa Tiga FC Kusuhijrah bisa lebih baik lagi, sehingga pada turnamen berikutnya kami bisa kembali berjuang dan mengangkat trofi,” harapnya.
Dalam drama adu penalti, sejumlah pemain Kelapa Tiga FC Kusuhijrah tampil sebagai eksekutor dan berhasil mencatatkan nama mereka sebagai pencetak gol dari titik putih. Mereka adalah Etox, Balken, Poken, Carlos, Alfahri dan Andix.
Kemenangan tersebut menjadi penutup manis bagi perjalanan Kelapa Tiga FC Kusuhijrah di Turnamen Indari Cup I. Trofi yang akhirnya diangkat bukan hanya menjadi simbol kemenangan dalam pertandingan final, tetapi juga menjadi bukti perjuangan seluruh pemain yang telah bekerja keras sejak awal kompetisi.
Dengan kemenangan 6-4 melalui adu penalti, Kelapa Tiga FC Kusuhijrah resmi menyandang predikat Juara I Indari Cup I Tahun 2026. Sementara itu, tim Angkatan Dua-Dua Tacecer harus puas sebagai pihak yang kalah setelah memberikan perlawanan sengit hingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Pertandingan final tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa sepak bola bukan hanya tentang kemenangan dan kekalahan, tetapi juga tentang sportivitas, perjuangan, kekompakan, persaudaraan dan semangat untuk memberikan yang terbaik di lapangan.
Keberhasilan Kelapa Tiga FC Kusuhijrah mengangkat trofi Indari Cup I diharapkan menjadi motivasi bagi para pemain muda untuk terus mengembangkan bakat sepak bola serta menjaga semangat kebersamaan dalam setiap kompetisi yang akan datang.
Tim/red.




