LAMPUNG TIMUR — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DPRD Kabupaten Lampung Timur menjadi momentum bagi jajaran legislatif dan eksekutif untuk memperkuat kolaborasi sekaligus menegaskan pentingnya fungsi pengawasan serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Peringatan HUT ke-27 DPRD Lampung Timur tahun 2026 berlangsung di Ruang Rapat Paripurna K.H. Ahmad Hanafiah. Kegiatan dihadiri Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah bersama Wakil Bupati, Sekretaris Daerah Lampung Timur Rustam Effendi, Kapolres, Dandim, jajaran Kejaksaan, stakeholder terkait, serta Sekretaris DPRD Lampung Timur Thabrani Hasyim.
Ketua DPRD Lampung Timur Rida Rotul Aliyah mengatakan, memasuki usia ke-27, DPRD harus semakin matang dalam menjalankan amanah yang diberikan masyarakat.
Ia berharap seluruh anggota DPRD mampu semakin optimal dalam menyerap dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta memastikan kebijakan pembangunan memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
Menurut Rida, kolaborasi antara DPRD dan pemerintah daerah sangat diperlukan. Namun, kolaborasi tersebut tetap harus berjalan dengan fungsi kontrol, masukan dan evaluasi yang konstruktif.
“Dengan kolaborasi yang baik dengan pihak eksekutif, DPRD Kabupaten Lampung Timur bisa semakin bersinergi sehingga bisa mengeluarkan kebijakan yang pro kepada masyarakat,” ujar Rida.
Ia juga meminta jajaran eksekutif dan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menyusun perencanaan pembangunan agar lebih memperhatikan program yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Ela: Perbedaan Bagian dari Dinamika Demokrasi
Sementara itu, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah menyampaikan ucapan selamat HUT ke-27 kepada DPRD Kabupaten Lampung Timur.
Ela berharap semakin bertambahnya usia DPRD, kolaborasi antara legislatif dan eksekutif semakin kuat, terutama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Lampung Timur.
Namun, Ela menegaskan bahwa kolaborasi bukan berarti menghilangkan fungsi pengawasan DPRD.
“Kolaborasi dan kerja sama bukan berarti tanpa kontrol, tanpa masukan dan tanpa evaluasi yang konstruktif. Kami pahami perbedaan adalah bagian dari dinamika demokrasi. Itu juga harus kita rawat bersama sebagai bagian kontroling antara pemerintah, masyarakat dan DPRD,” kata Ela.
Menurutnya, perbedaan pandangan justru menjadi bagian penting dalam proses demokrasi selama dilakukan untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan daerah.
Ela juga berharap DPRD Lampung Timur terus menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah, dengan menjalankan fungsi representasi serta mendengarkan aspirasi masyarakat.
“Kami terus akan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan terus akan berbenah,” tegasnya.
Penataan Kota Sukadana Jadi Agenda Bersama
Dalam momentum tersebut, Ela turut mengungkapkan adanya kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Timur dan DPRD terkait rencana pembangunan ikon serta penataan estetika kawasan perkantoran di Kota Sukadana.
Menurut Ela, rencana tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperbaiki wajah pusat pemerintahan Kabupaten Lampung Timur.
“Pemerintah dan DPRD sudah sepakat akan membangun ikon dan tata estetika Kantor Bupati Kabupaten Lampung Timur,” ungkapnya.
Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat identitas Kota Sukadana sekaligus menciptakan kawasan pusat pemerintahan yang lebih tertata dan representatif.
HUT ke-27 DPRD Lampung Timur pun diharapkan menjadi momentum memperkuat hubungan eksekutif dan legislatif, dengan tetap menjaga fungsi kontrol, mengedepankan kepentingan masyarakat, serta memastikan pembangunan daerah benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.




