Manggarai Timur, Global Investigasi News — Warga Desa Golo Lijun, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku masih menghadapi kondisi sulit pascagempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 sekitar pukul 05.58 WITA.
Menurut informasi yang disampaikan warga, gempa yang dirasakan sangat kuat tersebut menyebabkan sejumlah rumah mengalami kerusakan berat hingga hancur. Warga juga melaporkan adanya sekitar 30 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia.
Saat gempa terjadi, warga bergegas menyelamatkan diri menuju wilayah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami maupun gempa susulan. Setelah situasi dinilai mulai mereda, warga kemudian mendirikan posko dan tenda darurat untuk menampung masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak, bayi, balita, lansia, serta warga yang mengalami luka.
Namun, hingga Senin, 17 Agustus 2026, atau sekitar tiga hari dua malam setelah bencana, warga mengaku belum melihat adanya kunjungan langsung dari pihak pemerintah ke wilayah Desa Golo Lijun.
Kondisi tersebut membuat warga yang mengungsi menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari makanan, air minum, tempat tidur, perlengkapan bayi dan balita, hingga kebutuhan dasar lainnya.
Warga berharap pemerintah segera hadir di tengah masyarakat untuk melakukan pendataan, memberikan bantuan darurat, serta memastikan kebutuhan dasar para korban terpenuhi.
Selain bantuan pemerintah, warga juga menyampaikan harapan kepada para relawan, organisasi kemanusiaan, yayasan, maupun masyarakat luas yang memiliki kepedulian terhadap korban bencana agar dapat membantu warga Desa Golo Lijun.
“Kami sangat membutuhkan bantuan makanan, minuman, perlengkapan bayi dan kebutuhan lainnya. Kami berharap ada pihak yang datang membantu kami,” demikian harapan warga terdampak.
Masyarakat berharap penanganan pascabencana dapat segera dilakukan secara terpadu, mengingat para pengungsi masih membutuhkan perlindungan dan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Catatan: Informasi mengenai jumlah korban, kondisi kerusakan, serta belum adanya kunjungan pemerintah dalam berita ini bersumber dari keterangan warga dan masih memerlukan verifikasi dari pihak berwenang. ***
Saimin Syawal



